Antisipasi Babi Ngepet, Masyarakat Assorajang Wajo Ronda

Bukan sekadar isapan jempol belaka, bahkan masyarakat pun pernah melihat langsung sosok babi besar hitam yang diduga babi ngepet.

Antisipasi Babi Ngepet, Masyarakat Assorajang Wajo Ronda
hardiansyah/tribunwajo.com
Kepala Dusun Empagae, Rudiman (40). 

TRIBUNWAJO.COM, TANASITOLO - Isu babi ngepet membuat masyarakat Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo sungguh resah dua pekan belakangan.

Banyak masyarakat yang menceritakan terkait acapnya uang hilang.

Bukan sekadar isapan jempol belaka, bahkan masyarakat pun pernah melihat langsung sosok babi besar hitam yang diduga babi ngepet.

"Pak Imam Dusun juga pernah lihat, itu waktu mau salat subuh. Terakhir itu Pak RT yang lihat, sudah salat isya, nah itumi yang ramai orang kejar waktu malam Sabtunya," kata Kepala Dusun Empagae, Rudiman (40) kepada Tribun Timur, Minggu (24/02/2019).

Meski sempat dikejar, masyarakat pun tak berhasil menemukan ataupun menangkap si babi ngepet. Aksi babi ngepet tersebut pun diduga jadi dalang maraknya masyarakat yang uangnya raib begitu saja. Mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 7.000.000.

Olehnya, Rudiman pun bakalan bertemu depan Kepala Desa Assorajang untuk membahas hal tersebut.

"Besok, kita mau ketemu Pak Desa, supaya diaktifkan kembali ronda malam. Itu (babi ngepet) meresahkan sekali," katanya.

Di Desa Assorajang sendiri, terdapat 2 dusun, yakni Dusun Tanjing Manik dan Dusun Empagae. Meski belum secara masif mengaktifkan ronda, sebagian pemuda pun mulai melakukan antisipasi dengan bergantian jaga malam.

Salah satu warga yang sempat ditemui Tribun Timur, Usman Nandong (55) pun mengakui adalah korban babi ngepet. Duit Rp 500.000 yang disimpannya dalam stoples khusus dalam lemari tersebut raib.

"Kudengar itu di bawah rumah. Kalau dilihat, orang di sini sering mi nalihat. Itu waktu malam Rabu, pas didengar bunyi, langsung kucek tempat uangku, kuhitung, hilangmi 500 ribu," katanya. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved