Arkom Dampingi Warga Penyintas Bangun Kampung Pasca Bencana Sulteng

Warga itu berasal dari Kabupaten Donggala, tepatnya Desa Tanjung Padang, Desa Tompe, dan Desa Wani.

Arkom Dampingi Warga Penyintas Bangun Kampung Pasca Bencana Sulteng
Muhakir Tamrin/tribunpalu.com
Warga penyintas, saat memaparkan hasil kerja mereka membangun kampung pasca bencana, Jumat (22/2/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Arsitek Komunitas (Arkom) menggandeng penyintas Sulteng dalam proses pembangunan kampung pasca bencana.

Jumat (22/2/2019), warga penyintas memaparkan hasil kerja sama mereka selama membangun kembali hunian dalam 2 bulan, di depan Sekprov Sulteng, Hidayat Lamakarate.

Warga itu berasal dari Kabupaten Donggala, tepatnya Desa Tanjung Padang, Desa Tompe, dan Desa Wani.

Serta dari Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Arkom yang merupakan kumpulan para arsitek, mendampingi para penyintas dalam hal perencanaan.

Mereka mendampingi warga penyintas di daerah tersebut untuk menentukan rencana pembangunan kembali hunian atau rumah.

Koordinator Arkom Indonesia, Yuli Kusworo mengatakan, pihaknya menggunakan konsep partisipan.

Sehingga dalam tahap perencanaan apa pun, warga selalu dilibatkan.

Konsep penjaringan pendapat pun dilakukan dengan pertemuan-pertemuan.

"Aspek yang ada dalam perencanaan meliputi aspek people, aspek planet, dan aspek profit," ujarnya.

Aspek people meliputi sosial budaya masyarakat.

Aspek planet meliputi lingkungan warga, dan aspek profit adalah soal ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Itu semua ditemukan dalam proses pemetaan. Dengan menghadirkan anggota Arkom yang sebelumnya sudah pernah melakukan hal sama di tempat lain," terangnya. (tribunpalu.com/Muhakir Tamrin)

Laporan Wartawan TRIBUNPALU.COM, @haqirmuhakir24

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved