100 Tahun Kawasan Wisata Alam Bantimurung

Sejak zaman kolonial Hindia Belanda, Bantimurung dan beberapa kawasan lainnya, telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

100 Tahun Kawasan Wisata Alam Bantimurung
ansar/tribun-timur.com
Sejumlah pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan Air Terjun Bantimurung, Maros, Minggu (17/6/2018). 

TRIBUN-MAROS.COM, BANTIMURUNG -Kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung, Kabupaten Maros, sudah berumur 100 tahun, tepat 21 Februari 2019, Kamis (21/2/2019).

Kawasan wisata alam tertua di Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut, sudah seabad dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing.

100 tahun terakhir, wisata alam Bantimurung, tetap mempertahankan ikon kupu-kupu, air terjun dan karst.

Baca: Maruf Amin Bisikkan Pemuda Penjaga Bangsa ke Imran Eka Saputra

Baca: Cegah Peredaran Konten Asusila, Ini Langkah Satreskrim Polres Majene

Bahkan Bantimurung dijuluki, The Kingdom of Butterfly. Julukan tersebut melekat pada kawasan wisata andalan Maros ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Muh Ferdiansyah mengatakan, melalui momentum 100 tahun, pelayanan terhadap wisatawan di Wisata Alam Bantimurung, ditingkatkan.

"Semua jenis pelayanan terhadap wisatawan akan ditingkatkan. Kami akan meningkatkan daya saing Bantimurung. Apalagi Bantimurung ini destinasi unggulan," kata Ferdiansyah.

Baca: Customer Relation Person Kalla Toyota Kembali Raih Pernghargaan Nasional

Ferdi mengatakan, keberadaan wisata alam Bantimurung harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitarnya.

"Warga sekitar, menjadi salah satu pendukung kegiatan kepariwisataan di Maros," katanya.

Bantimurung merupakan kawasan wisata bersejarah.

Sejak zaman kolonial Hindia Belanda, Bantimurung dan beberapa kawasan lainnya, telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Halaman
123
Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved