Cerita Warga Batam, Kirim Jenazah Mahal, Kirim Burung Pribadi Kena Pajak

Cerita Warga Batam, Kirim Jenazah Mahal, Kirim Burung Pribadi Kena pajak

Cerita Warga Batam, Kirim Jenazah Mahal, Kirim Burung Pribadi Kena Pajak
wahyu indri yatno
Cerita Warga Batam, Kirim Jenazah Mahal, Kirim Burung Pribadi Kena Pajak 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dampak diterapkannya aturan CEISA (Customs-Excise Information System and Automation) memang terasa sangat memberatkan.

Beberapa pelaku usaha seperti jasa pengiriman mengeluh akibat aturan ini.

Melihat polemik ini, Tribunbatam.id mewawancarai petugas kargo Bandara Hang Nadim Batam, Erwanto, Rabu (20/2) siang.

Semenjak diberlakukanya aturan tesebut banyak masyarakat yang mengeluh.

Baca: Tiket Murah, Jakarta-Singapura Mulai Rp 800 Ribuan, Cek Jadwalnya

Baca: Komedian Nana Krip Meninggal Akibat Komplikasi Paru-paru, Lakukan 5 Cara Ini Agar Paru-paru Sehat

Bukan untuk bisnis saja, Barang pribadi mereka juga terkena pajak.

Mirisnya lagi, Pengiriman Jenazah keluar kota sangat mahal.

Dan untuk pengiriman Burung Pribadi juga dikenakan Pajak.

"Aduh aturan ini membuat para masyarakat awam mengeluh. Bukan cuma kami saja. Barang pribadi pun sekarang terkena pajak, bukan cuma barang yang akan dijual loh. Seperti yang saya bilang, jenazah pun harus bayar mahal sekarang. Kemarin burung murai kena pajak, per ekor kalo gak salah Rp 20 ribu. Burung pribadi pun kena pajak," ujarnya kesal.

Kekesalan Erwanto memuncak ketika membahas dampak dari aturan baru tersebut.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved