Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Awal Mula Hastag #JokowiNyataKeranya Jadi Trending Topic di Twitter Hari ini, Kubu 01 Blunder?

Hastag tersebut adalah #JokowiNyataKeranya. Hastag ini hanya kalah dari hastag #LyingAwardsForPresident buatan pendukung Prabowo.

Editor: Ilham Arsyam
twitter
Hastag 'JokowiNyataKeranya' jadi trending topic Selasa (19/2/2019) 

Awal Mula Hastag #JokowiNyataKeranya Jadi Trending Topic di Twitter Hari ini, Kubu 01 Blunder?

TRIBUN-TIMUR.COM - Jagad media sosial Twitter terus dipenuhi perang hastag soal Pilpres  2019 akhir-akhir ini.

Kedua kubu Jokowi dan Prabowo silih berganti menjadikan hastag mereka menjadi trending topic.

Yang menarik hari ini, Selasa (19/2/2019) ada hastag yang tiba-tiba membuat heboh.

Hastag itu hingga pukul 20.00 menjadi trending topic nomor 2 di twitter Indonesia.

Baca: Live ILC TV One Malam ini: Debat Kedua Capres: Benarkah Jokowi Di Atas Angin?, Karni Ilyas Dikritik

Baca: Jelang Live ILC TV One Malam ini, Karni Ilyas Diminta Hadirkan Rocky Gerung & Hotman Paris

Hastag tersebut adalah #JokowiNyataKeranya. Hastag ini hanya kalah dari hastag #LyingAwardsForPresident buatan pendukung Prabowo.

berdasarkan penelusuran Tribun, hastag #JokowiNyataKeranya pertama kalinya dibuat oleh akun twitter PDIP Cilacap (@Pdipcilacap).

"Mimin lagi ngopi sambil dengerin ini nih. Smoga segala urusan hari ini lancar yah. Mari kita sambut kemenangan jokowi-ma’ruf dengan segala suka cita.
#JokowiNyataKeranya
#JokowiMemberikanBukti
#PDIPerjuangan," tulis akun @Pdipcilacap, Selasa (19/2/2019), pukul 07.13.

jokowinyatakeranya jadi trending topic
jokowinyatakeranya jadi trending topic (twitter)

Hastag #JokowiNyataKeranya ini kemudian menghebohkan warganet.

pasalnya tak hanya akun @pdipcilacap, beberapa akun twitter pendukung 01 juga membuat kekeliruan dengan memasang tagar #JokowiNyataKeranya.

Netizen menduga akun @Pdipcilacap telah salah menuliskan hastag.

Mungkin maksud @Pdipcilacap #JokowiNyataKerjanya.

Namun ketiadaan huruf 'R' itu kemudian jadi bumerang bagi kubu Jokowi.

Pasalnya para pendukung 02 ramai-ramain mencuit dengan hastag #JokowiNyataKeranya hingga menjadi trending topic.

"Hastagnya keren," komen @zay_smith87.

‏"Lanjutkan hesteknya sampai TT dunia," timpal @Heine_Nababan.

"Hahahahaha
paarrraaaahhh
#JokowiNyataKeranya," komen @f_achmi.

Setelah ramai, @Pdipcilacap baru menyadari ada yang salah.

Twit itu kemudian dihapus.

Apa boleh buat, hastag itu terlanjur viral dan terus disuarakan pendukung 02 dan meroket di kolom trending.

Cerita di balik hastag #SavePulpen
 

Tagar atau hashtag #SavePulpen mendadak jadi trending topic di Twitter, Senin (18/2/2019) sore. Berikut kumpulan meme, reaksi Jokowi hingga KPU.

Munculnya tagar #SavePulpen ini ternyata buntut dari Debat Capres 2019 edisi kedua yang berlangsung, Minggu (17/2/2019) malam.  

Pengguna Twitter menyoroti sebuah benda mirip pulpen yang dipegang oleh capres nomor urut 1 Joko Widodo alias Jokowi.

Pemberitaan dan meme terkait earphone ini bahkan ramai menghiasi linimasa sejak Senin (18/2/2019) pagi.

Berikut di antaranya:

Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter
Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter (Twitter.com)

Baca: 7 Kesalahan Data Jokowi dalam Debat Capres Tadi Malam, Catat! ini 7 Janji dan Mimpi Prabowo Subianto

Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter
Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter (Twitter.com)

Baca juga: 5 Momen Debat Capres 2019 Jilid II Jokowi vs Prabowo yang Paling jadi Sorotan

Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter
Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter (Twitter.com)

Baca: Perasaan Rocky Gerung Digandrungi Sejuta Kaum Hawa & Reaksinya Disebut Tak Mengerti Perasaan Mak Mak

Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter
Meme #SavePulpen yang meramaikan Twitter (Twitter.com)

Baca: Jubir Jokowi & Prabowo Memanas, Adian dan Miftah Saling Tunjuk Teriak-teriak saat Bahas Soal Unicorn

Lantas, benarkah Jokowi menggunakan alat bantu earphone saat Debat Capres 2019 edisi kedua?

Kubu Jokowi Geram

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, membantah calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menggunakan alat bantu komunikasi saat debat kedua.

"Begitulah perilaku buzzer pendukung Paslon 02, karena capresnya enggak unggul soal penguasaan bahan (debat), dan hanya unggul soal penguasaan lahan, maka ya begitu efek sampingnya. Sebar hoaks, nyinyir, marah-marah. Termasuk nuduh soal earphone dan pulpen," kata Arsul melalui pesan singkat, Senin (18/2/2019), dilansir Kompas.com.

Debat Capres 2019 Edisi Kedua: Prabowo Sebut Infrastruktur Jokowi Grasa-grusu, Jokowi Balas Begini
Debat Capres 2019 Edisi Kedua: Jokowi vs Prabowo (Capture Kompas TV)

Arsul mengatakan, tudingan itu muncul karena mereka merendahkan kemampuan Jokowi dan terlalu menjunjung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurut dia, ketika Jokowi terlihat lebih unggul dari Prabowo soal data kuantitatif dan kualitatif, para pendukung kaget dan membantahnya dengan hoaks.

Ia menilai Prabowo hanya mampu berbicara soal visi dan misi tanpa mampu mengkonkretkannya hingga program aksi.

"Mereka meng-underestimate Pak Jokowi tidak punya kemampuan debat. Sehingga begitu Pak Jokowi tampil dengan data-data baik kuantitatif maupun kualitatif, maka kaget, dan bikin hoaks baru," papar Arsul. 

"Siapa pun yang melihat debat tadi malam, akan bisa menyimpulkan bahwa Pak Prabowo hanya bicara sampai visi dan misi, tapi tidak mampu jelaskan agenda aksi atau program konkrit yang akan dijalankannya kalau terpilih," lanjut Sekjen PPP itu.

Sebelumnya beredar unggahan melalui sebuah akun Facebook yang menyebut tentang dugaan Jokowi menggunakan alat bantu komunikasi saat debat. Alat komunikasi itu berupa earphone dan pulpen yang digunakan Jokowi.

"Sisa debat capres, meninggalkan tanda tanya. BPN harusnya memeriksa telinga Jokowi, ada earphone atau tidak. Jika ada, patut dipertanyakan untuk apa itu earphone, cek juga pulpen yang dipegang Jokowi,"demikian tulis akun Agus Ilham.

"Ada apa di kuping? Ada wireless earphone? Apa yang sedang didengarkan? Mendengarkan arahan? Atau mendengar rekaman Jawaban?" tulis akun tersebut.

Jokowi Buka Suara

Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) langsung buka suara terkait tudingan penggunaan alat bantu komunikasi saat mengikuti Debat Capres 2019 kedua yang berlangsung semalam.

Jokowi sampaikan tuduhan penggunaan alat bantu tersebut merupakan karangan belaka dan bentuk serangan fitnah.

"Ada-ada aja sih ini. Fitnah-fitnah seperti itu jangan diterus-terusin lah," ujar Jokowi di SD Negeri Panimbangjaya 01, Tanjungjaya, Pandeglang, Banten (18/2/2019).

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) menyampaikan pendapatnya saat mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Di media sosial ramai soal Jokowi disebut menggunakan alat bantu komunikasi yang terlihat dari gerakannya saat berbicara.

Jempol Jokowi terlihat memencet-mencet bagian atas pulpen dan terkadang memegang telinga.

Gerakan tersebut, memunculkan kabar capres nomor urut 01 menggunakan alat bantu komunikasi berbentuk earpiece.

Dituding seperti itu, Jokowi pun menunjukkan pulpen yang digunakannya saat debat semalam.

"Ini pulpen, cek aja. Jangan buat isu, fitnah-fitnah yang enggak bermutu," papar Jokowi.

Komentar KPU

Sementara itu, salah satu komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, mengungkapkan bahwa alat yang dipakai Jokowi dan Prabowo merupakan alat pengeras suara atau microphone yang dipasang di baju bagian depan.

Alat itu berkabel yang kabelnya dimasukkan ke dalam baju dan terhubung alat yang ditempelkan di bagian belakang celana.

"Alat itu setahu saya sebagaimana yang biasanya digunakan oleh narasumber atau presenter televisi karena saya juga biasa menggunakannya saat jadi narasumber di televisi," ujar Hasyim saat dihubungi Kompas.com pada Senin (18/2/2019).

Komisioner KPU Hasyim Asyari.
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Hasyim juga mengatakan bahwa ketika acara debat kedua usai, sesaat setelah turun panggung, ia melihat Jokowi melepas alat pengeras suara itu dan menarik kabel untuk mengeluarkannya dari dalam baju.

Menurut dia, peristiwa tersebut disaksikan banyak orang.

Kemudian, Hasyim juga mengatakan bahwa dirinya tidak bisa melihat persis apakah Jokowi memegang pena/pulpen atau tidak karena posisi duduknya tidak memungkinkan untuk menyaksikan pulpen itu.

"Yang saya tahu dan saya lihat adalah saat menyampaikan pendapat atau menjawab pertanyaan, Pak Jokowi pegang mic gonta-ganti tangan antara tangan kanan dan tangan kiri. Ini bisa dikonfirmasi melalui tayangan ulang debat tersebut," ujar Hasyim.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved