Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisna Murti Posting Foto Wasit Prasetyo Hadi Pemimpin Laga Persija vs Mitra Kukar, Kode?

Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjenpol Krishna Murti menggunggah sebuah foto wasit Prasetyo Hadi.

Tayang:
Editor: Ardy Muchlis
HANDOVER
Postingan Krisna Murti bergambar wasit Prasetyo Hadi 

TRIBUN-TIMUR.COM-- Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjenpol Krishna Murti menggunggah sebuah foto wasit Prasetyo Hadi.

Dalam foto tersebut Wasit Prasetyo Hadi sedang dimaki oleh pemain Mitra Kukar.

Dalam foto tersebut Krishna Murti menuliskan pesan dan ancaman kepada wasit.

"Wasit.. .

Milih Jujur atau ngaku..??

Apa bedanya jujur dg ngaku..??

Kalau Jujur: bicara benar SEBELUM KENA..

Kalau ngaku: bicara benar SETELAH KENA
.
Eh ada satu lagi, namanya TERCYDUK. Terserah mau Gak jujur, mau gak ngaku tapi tetep KENA.. #kmupdates ." jelasnya.

Lantas apakah ini menjadi kode atau target selanjutnya Satgas Mafia Bola? Menarik untuk ditunggu.

Diketahui, Prasetyo Hadi menjadi perbincangan setelah keputusan kontroversialnya saat memimpin laga pamungkas Persija vs Mitra Kukar.

Diantaranya memberikan pinalti kepada Persija dan menyahkan gol Persija padahal pada saat ini terjadi pelanggaran terhadap kiper Mitra Kukar.

Dalam laga itu, Persija berhasil menang dan meraih gelar Juara Liga 1.

Beri Kode Lewat IG

Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjenpol Krishna Murti sering memberikan kode atau pesan melalui postingan Instagramnya.

Tak jarang kode ini berujung pada penindakan.

Terbaru, kala mengunggah foto penggeledahan apartemen Joko Driyono ke akun Instagram pribadinya.

Dan beberapa jam setelahnya Joko Driyono ditetapkan tersangka.

Diketahui Apartemen Joko Driyono di Apartemen Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C Jl. Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, digeledah oleh Satgas Antimafia Bolapada Kamis (14/2/2019) malam.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari alat bukti di tempat tinggal Joko Driyono.

Selain apartemen, Satgas Antimafia Bola juga menggeledah kantor Joko Driyono di PSSI.

Beberapa dokumen dan barang-barang disita dari penggeledahan tersebut, seperti 9 buah handphone, 4 bukti transfer, 2 buah flashdisk, dan 1 tab.

Buku tabungan dan kartu kredit Joko Driyono juga menjadi barang yang disita oleh Satgas Antimafia Bola.

Selepas penggeledahan tersebut, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjenpol Krishna Murti, mengunggah foto ke akun Instagram pribadinya.

Krishna Murti mengunggah foto petugas kepolisian yang tengah menggeledah apartemen Joko Driyono dan disaksikan langsung oleh Plt Ketua Umum PSSI tersebut.

Unggahan tersebut juga disertai dengan caption panjang yang berisi dukungan kepada Satgas Antimafia Bola.

"Anda mau bilang cuma Anda yang bisa urus bola? Buktinya Indonesia nggak pernah juara. Anda mau bilang bahwa Anda selalu benar dan tidak mau turun?" tulis Krishna Murti dalam caption unggahannya.

"Jangan coba-coba lawan kekuatan rakyat Indonesia. Dan percayalah kami akan selalu bersama rakyat Indonesia. Dan percayalah bahwa kami hanya ingin sepak bola Indonesia kembali hebat," tulisnya lagi.

"Kamu mau mafia-mafiaan? Kami tidak akan pernah gentar pada apapun. Bravo rekan-rekan satgas," tulis Krishna Murti, mengakhiri.

Dan beberapa jam postingan foto itu, Joko Driyono pun ditetapkan sebagai tersangka.

Rahmad Darmawan Protes Keputusan Wasit Prasetyo Hadi

Rahmad Darmawan ungkap rasa penasaran pasca Persija Jakarta sukses meraih juara Liga 1 2018 dengan kemenangan di laga pamungkas, Minggu (9/12/2018).

Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, sedikit mempertanyakan tentang dua gol yang dicetak Persija Jakarta.

Rahmad Darmawan pun menjelaskan rasa penasarannya usai pertandingan pekan terakhir Liga 1 2018.

“Jujur saya protes karena menurut saya Marko Simic tidak menguasai bola, tapi okelah wasit sudah memberikan penalti itu karena saya yakin kami bisa,” ucap Rahmad Darmawan.

Gol pertama Persija dicetak oleh Marko Simic melalui tendangan penalti di babak kedua.

Penalti itu diberikan wasit Prasetyo Hadi setelah ia melihat ada pelanggaran kepada Marko Simic dari salah satu bek Mitra Kukar.

Tidak hanya gol pertama, pelatih yang akrab disapa coach RD itu juga menyoroti lahirnya gol kedua Macan Kemayoran.

Menurut RD ada sebuah pelanggaran yang terjadi sebelum Marko Simic mencetak gol ke gawang Yoo Jae-hon.

“Saya coba datangkan ke asisten wasit satu. Saya mencoba melerai pemain saya. Saya bilang ke dia silahkan lihat rekaman supaya lebih fair agar dia tahu kesalahannya,” ucap RD lagi.

 “Sebenarnya itu pelanggaran karena arena itu penjaga gawang tidak boleh diganggu dalam peraturan sepak bola,” imbuhnya.

RD sangat kesal dengan keputusan wasit yang tidak melihat adanya pelanggaran terhadap kiper Mitra Kukar.

Tak hanya RD, para pemain tim berjuluk Naga Mekes pun juga turut memprotes keputusan wasit asal Surabaya tersebut.

Diakhir laga yang digelar di SUGBK itu, Mitra Kukar harus tertunduk lesu dan harus mengakui kemenangan tim tuan rumah dengan skor 2-1.

Hasil tersebut juga sekaligus mengantarkan Mitra Kukar terdegradasi dari Liga 1 2018.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved