Pasca Bencana Palu, Andi Besse Makin Getol Pasarkan Kuliner OPARU!

Saat itu Andi Besse, sesekali membantu berjualan Coto Makassar di warung milik tantenya di sekitar Palu Barat.

Pasca Bencana Palu, Andi Besse Makin Getol Pasarkan Kuliner OPARU!
haqirmuhakir
Andi Besse Fatima Adam (33) 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU --Tahun 2016 silam, Andi Besse Fatima Adam (33) bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Dari komunitas pelaku usaha kecil itu, terbesit ide untuk membuat sebuah usaha kecil di bidang kuliner.

Saat itu Andi Besse, sesekali membantu berjualan Coto Makassar di warung milik tantenya di sekitar Palu Barat.

Baca: Pengungsi Palu Hanya Dapat Logistik Sampai Maret 2019, Ini Kata Walikota Hidayat

Baca: Bayu Gatra Tutup Pesta Gol PSM Makassar Atas Perseru Serui, Skor Akhir 9-0

Saat itu, tak sedikit anggota TDA saat membeli coto meminta dibelikan makanan Paru Goreng, sebagai ole-ole.

"Dari sanalah saya berpikir! mengapa tidak saya jual sendiri ini Paru Goreng," ingatnya, saat ditemui di kediamannya di Jalan Kelor 4 nomor 9, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sabtu (16/2/2019).

Berbekal pengetahuan dan alat masak seadanya, Andi Besse memulai produksi Paru Goreng di awal 2017. Dia memberi nama 'OPARU' di kemasan.

Baca: Foto Grand Opening de Platinum Parfume Bar Concept, Pelanggan Bisa Meracik Sendiri

Awal produksi, Paru Goreng miliknya dijual harga Rp 20.000 per cup isi 10 iris.

Saat ini, OPARU dijual Rp 20.000 per kemasan ukuran 100 gram. Varian rasa pun bertambah, yaitu rasa original dan rasa pedas.

"Omset petiap bulan bisa samlai Rp2 juta sampai Rp4 juta. Akan semakin banyak apabila tinggi permintaan dan ada even kegiatan," ujarnya.

Bagi Besse, merintis usaha tidaklah mudah. Mulai dari kehabisan modal, hingga tekor hasil penjualan.

Baca: Bawaslu Majene Ajak Mahasiswa STIKes Marendeng Kawal Pemilu

Halaman
12
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved