Dituduh Pegang 'Burung' Siswa, Kepala SMK 1 Luwu Timur Diperiksa Polisi

AKS mengaku hanya menghukum S membersihkan sarang laba-laba di plafon ruangan pakai sapu dengan berdiri di atas meja.

Dituduh Pegang 'Burung' Siswa, Kepala SMK 1 Luwu Timur Diperiksa Polisi
ivan/tribunlutim.com
Siswa SMK 1 Luwu Timur berunjuk rasa di halaman sekolahnya, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (14/2/2019). 

Diberitakan sebelumnya, Siswa SMK 1 Luwu Timur berunjuk rasa di dalam sekolahnya di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (14/2/2019).

Unjuk rasa menyusul dugaan pelecehan yang dilakukan Kepala SMK 1 Luwu Timur berinisial AKS terhadap siswanya kelas 10 jurusan pengelasan berinisial S.

Dalam aksi tersebut, terdapat triplek tertulis "Perjaka'qu hilang di renggut kepsek" dibuat oleh siswa.

Siswa juga berteriak meminta kepala sekolah diganti karena dianggap sangat tidak sopan ke siswa dan tidak pantas mengajar.

Pelecehan terjadi saat S berada di dalam ruangan kepala sekolah. S dipanggil ke ruangan AS untuk dibina. Masalahnya, S datang terlambat dan masuk ke sekolah dengan cara melompati pagar.

Hanya berdua di dalam ruangan, AKS kemudian memegang kemaluan siswanya dua kali, lalu memerintahkan siswanya kembali ke ruang kelas.

"Kemaluan saya dipegang oleh kepala sekolah dua kali," cerita S kepada teman kelasnya.

Tidak terima atas perlakuan AKS, S yang didukung teman sekelasnya kemudian mendatangi ruangan AKS namun S tidak menemukan AKS.

"Saya tidak terima dan saya mendatangi ruangannya dan dia sudah kabur," tutur S.

Guru SMK Luwu Timur kepada TribunLutim.com membenarkan unjuk rasa yang dilakukan siswa karena kasus pelecehan.

"Iya betul, demo ki siswa karena temannya dipegang anunya," kata guru tersebut.

Unjuk rasa siswa berakhir setelah personil Polres Luwu Timur datang membubarkan aksi tersebut.

Hingga laporan dikirim, TribunLutim.com masih berusaha memperoleh konfirmasi dari kepala sekolah atau AKS.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved