Breaking News:

Ngopi JaDI di Luwu Utara: Politik Identitas Rusak Demokrasi

Menurut mantan Komisioner KPU Luwu Utara ini, diantara tiga isu yang kerap kali muncul dalam perhelatan baik pilkada maupun pemilu

chalik/tribunlutra.com
Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan diskusi bertajuk Ngobrol Politik dengan tema "Darurat Pemilu2019! Hoax, Politik Identitas dan Politisasi ASN" di Warkop Dg Azis, Jl Jenderal Ahmad Yani, Masamba, Rabu (13/2/2019). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan diskusi bertajuk Ngobrol Politik dengan tema "Darurat Pemilu2019! Hoax, Politik Identitas dan Politisasi ASN" di Warkop Dg Azis, Jl Jenderal Ahmad Yani, Masamba, Rabu (13/2/2019).

Tampil sebegai pembicara pertama Divisi Hukum/Advokasi JaDI Sulsel Abdul Aziz menguraikan bahaya hoax, politik identitas dan politisasi ASN ditahun politik.

Menurut mantan Komisioner KPU Luwu Utara ini, diantara tiga isu yang kerap kali muncul dalam perhelatan baik pilkada maupun pemilu, politik indentitaslah yang dapat merusak demokrasi di Indonesia.

"Politik identitas ini jauh lebih merusak jika dibandingkan dengan money politick, karena selain merusak demokrasi juga berpotensi perpecahan," ujar Aziz.

Sementara Ketua KPU Luwu Utara diwakili Divisi Hukum Syabil, menguraikan tentang hoax atau berita bohong dan lembaganya salah satu yang pernah diserang hoax.

"Berita tentang ditemukannya surat suara tercoblos tiga kontainer di pelabuhan Tanjung Periuk adalah salah satu berita hoaks yang kemas sebagai propaganda agar masyarakat tidak percaya atas kinerja terhadap penyelenggara pemilu," katanya.

Caleg Partai Golkar Erwin S Wijaya berpendapat sama dengan yang disampaikan Divisi Hukum/Advokasi JaDI Sulsel bahwa Luwu Utara adalah Indonesia mini.

Dimana semua suku, ras, dan agama ada sehingga secara pribadi dan lembaga ia menolak adanya politik identitas.

Sekaitan dengan politisasi ASN dirinya berpendapat siapa pun yang berkuasa akan memanfaatkannya sehingga Bawaslu dan jajarannya harus bekerja, tidak sekedar menunggu laporan dari masyarakat.

Lain halnya Sekretaris Partai Hanura Sudirman Salomba yang menyebut politik identitas tidak perlu dikuatirkan di daerah.(TribunLutra.com)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved