Nasib Istri Bos Abu Tours Ditentukan Pekan Depan

Hakim akan memutus apakah ketiga terdakwa akan divonis bersalah atau tidak sebagaimana dalam fakta fakta persidanganya selama proses

Nasib Istri Bos Abu Tours Ditentukan Pekan Depan
hasan/tribun-timur.com
Nasib Istri Bos Abu Tours Ditentukan Pekan Depan 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nasib tiga terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan dan pencucian uang calon jamaah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours), akan ditentukan pekan depan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menjadwalkan akan membacakan putusan terhadap ketiga terdakwa pada 21 Februari 2019 mendatang, setelah melalui proses tahapan persidangan.

Hakim akan memutus apakah ketiga terdakwa akan divonis bersalah atau tidak sebagaimana dalam fakta fakta persidanganya selama proses persidangan berlangsung.

Ketiga terdakwa yakni, istri CEO Abu Tours Hamzah Mamba, Nursyariah Mansur, Manager Keuangan Muh Kasim dan Komisaris Abu Tours Haeruddin,

"Putusan akan dibacakan tanggal 21 hari kamis depan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulselbar Nana Riana.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum telah membacakan tuntutan terhadap ketiga terdakwa, Rabu (30/01/2019) malam.

Tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat, Nana Riana terhadap ketiga terdakwa, dituntut hukuman berbeda.

Terdakwa Nursyariah Mansur dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sementara Muh Kasim dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sedangkan Haeruddin dituntut 16 tahun penjara dengan denda yang sama.

JPU Nana Riana menjatuhkan tuntuntan yang berbeda dengan dali, peran ketiga terdakwa berbeda beda.

Sekedar diketahui, ketiga terdakwa terseret dalam perkara ini karena diduga secara bersama sama dengan Bos Abu Tours menggelapkan dan melakukan  pencucian uang 96 ribu calon jamaah Abu Tours.

Total uang yang digelapkan sebagaimana dalam dakwaan JPU senilai Rp 1,2 trilun. Terungkap dalam fakta persidangan dan keterangan saksi, uang jamaah itu disebut digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa.

Uang itu digunakan untuk membeli aset, seperti apartemen, rumah, kendaraan, tanah, pembelian emas 7 Kg dan membiaya unit bisninya yang tidak ada kaitanya dengan pemberangkatan para calon jamaah.

Adapun aset itu diketahui sebagian telah disita Polda Sulsel. Sebagian aset lain belum diketahui keberadaanya dan diduga masih disembunyikan terdakwa.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved