Mahfud MD Respon Keras Fadli Zon Ogah Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar, Ini Komen Menohoknya

Masih menimbulkan polemik, puisi Fadli Zon 'Doa yang Ditukar' viral dan jadi pembicaraan netizen.

Mahfud MD Respon Keras Fadli Zon Ogah Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar, Ini Komen Menohoknya
Kolase Tribun Timur
Mahfud MD Komentari Fadli Zon Ogah Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar, Ini Komentar Menohoknya 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mahfud MD Komentari Fadli Zon Ogah Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar, Ini Komentar Menohoknya

Masih menimbulkan polemik, puisi Fadli Zon 'Doa yang Ditukar' viral dan jadi pembicaraan netizen.

Meski mendapat protes dari sejumlah pihak karena disebut menyindir Mbah Moen, Fadli Zon enggan minta maaf. 

Hal tersebut ikut menarik perhatian Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD

Mahfud MD mengatakan yang berhak mengadili puisi Doa yang Ditukar karya Wakil Ketua DPR Fadli Zon adalah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Baca: Hati-hati Melintas di Maccopa Maros, Lubang Berserakan dan Ruas Jalan Bergelombang

Baca: Jelang Laga Debut di PSM, Darije Kalezic Nonton Ulang Dua Laga PSM Kontra Perseru

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Kadding, Sekretaris Gempita Luwu Utara

Mahfud MD mempersilakan pihak-pihak yang merasa keberatan dan tersinggung dengan puisi Fadli Zon, membawanya ke ranah Dewan Etik. Sebab, hingga kini belum ada orang atau pihak yang mengajukan pengaduan tersebut kepada Dewan Etik DPR.

"Tapi mau diadili oleh Dewan Etik, kan harus ada yang ngadu. Kalau ada yang mengadu silakan saja," kata Mahfud MD di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Sebab, menurut Mahfud MD, puisi karangan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dianggap tidak sopan karena menyinggung Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimun Zubair atau karib disapa Mbah Moen.

"Itu tidak sopan, etik disebut penistaan," ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud MD menjelaskan, jika dilirik secara hukum, tak ada yang salah dalam puisi karya Fadli Zon itu. Sebab, dia tidak menyebutkan subjek yang disindir secara jelas.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

Tapi masyarakat sudah lebih dahulu paham siapa yang dimaksud oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sedangkan bila dipandang secara etika, puisi Fadli Zon disebut sebagai penistaan. Oleh karena itu, Mahfud MD meminta masyarakat menyikapi puisi karya Fadli Zon tersebut dalam pandangan politik.

"Sikapi secara politik saja. Orang ini pantas tidak dipilih sebagai wakil rakyat?" cetus Mahfud MD.

Baca: VIDEO : Forkopimda Pantau Perakitan Kotak Suara di Gudang Logistik KPU Toraja Utara

Baca: Ada 400 Kombes Polisi Nganggur, Ratusan Kolonel Tak Ada Jabatan, Apa Sebenarnya Terjadi? Apa Solusi?

Baca: Pendaftaran SNMPTN 2019 Diperpanjang, Tips Daftar snmptn.ac.id saat Situs Lemot, Cek Kuota Unhas UNM

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Soal Puisi Doa yang Ditukar Karya Fadli Zon, Mahfud MD: Pantas Tidak Dipilih Jadi Wakil Rakyat?, http://wartakota.tribunnews.com/2019/02/13/soal-puisi-doa-yang-ditukar-karya-fadli-zon-mahfud-md-pantas-tidak-dipilih-jadi-wakil-rakyat.

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved