Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dibangun dengan Rp 9,5 Miliar, Pasar Tavanjuka Palu Terbengkalai 9 Tahun

Sudah sembilan tahun lamanya, kondisi Pasar Tradisional Tavanjuka di Kota Palu, terbengkalai.

Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/Muhakir Tamrin
TERBENGKALAI - Kondisi terkini agian dalam bangunan Pasar Tavanjuka Palu, Kamis (14/2/2019). Pasar di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu itu sudah terbengkalai selama beberapa tahun terakhir. 

TRIBUN-TIMUR,COM, PALU - Sudah sembilan tahun lamanya, kondisi Pasar Tradisional Tavanjuka di Kota Palu, terbengkalai.

Pasar yang dibangun melalui APBNP Palu itu dibangun dengan anggaran Rp 5 miliar pada tahun 2008.

Kemudian, tahun 2010 kembali dibangun dengan APBNP senilai Rp 3 miliar. Serta dana penyertaan APBD Palu senilai Rp 1,5 miliar.

Baca: 13 Daftar Ucapan dan Kata Mutiara Valentine Day Sangat Romantis untuk Pasangan Cocok di IG, WA & FB

Baca: Meski Menangis, Jaksa Tetap Minta Hakim Tuntut Istri Bos Abu Tour Dihukum 20 Tahun Penjara

Baca: Reino Barack dan Syahrini Dikabarkan Segera Menikah, Inilah Pengakuan Blak-blakan Petugas KUA Yasmin

Totalnya, dari pembangunan pasar tersebut, pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp 9,5 miliar lebih.

Pasar Tavanjuka Palu beralamat di Jalan I Gusti Ngurh Rai, Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Pada tahun 2008 hingga 2010, aktivitas jual beli di pasar tersebut masih cukup ramai.

Tetapi lambat laun, pepembeli makin berkurang, dan pedagang memilih keluar pasar.

Saat ini, kondisi bangunan Pasar Tavanjuka terbengkalai. Atap bangunan semakin banyak yang bocor.

Salah seorang pedagang Pasar Tavanjuka, Nur Aini mengatakan, saat hujan datang semua lantau di pasar tersebut digenangi air hujan.

"Itu sudah salah satu alasannya, kenapa para pedagang tidak mau lagi masuk ke dalam bangunna pasar," ujarnya, Kamis (14/2/2019).

Nur Aini menuturkan, saat ini pedagang lebih banyak berjualan di halaman pasar yang bersebalahan langsung dengan jalan raya.

"Lebih suka dorang (pedagang, red) di depan. Sedangkan di dalam tidak ada yg mau," tuturnya.

Dalam bangunan pasar tidak lagi digunakan para pedagang berjualan. Sudah 10 tahun lebih lamanya.

Tinggal Nur Aini sendirilah, satu-satunya pedagang yang bertahan.

Dengan menggunakan dua los/lapak yang posisinya paling timur bangunan pasar.

Alhasil, sebagian palataran dalam bangunan pasar itu saat ini hanya menjadi tempat parkir atau penyimpanan motor para pedagnag. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhakir Tamrin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

V

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved