Tim Hukum Istri Bos Abu Tours Minta Klienya Dibebaskan, Ini Alasanya

Hendro Saryanto dalam materi pledoinya menyebutkan dalam dakwaan tuntutan JPU tidak ada satupun unsur memenuhi terdakwa bersalah.

Tim Hukum Istri Bos Abu Tours Minta Klienya Dibebaskan, Ini Alasanya
hasan/tribuntimur.com
Tim Kuasa Hukum tiga terdakwa Nursyariah Mansur, Muh Kasim dan Haeruddin memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, membebaskan ketiga klienya. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Kuasa Hukum tiga terdakwa Nursyariah Mansur, Muh Kasim dan Haeruddin memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, membebaskan ketiga klienya.

Permohonan itu dibacakan dalam sidang pledoi atau pembelaan Rabu (13/02/2019) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulselbar beberapa pekan lalu.

Baca: VIDEO: Persiapan HUT ke-59 Barru di Lapangan Sumpang Binangae

Baca: Nelayan Polman Tewas Kena Bom Ikan, Ini Permintaan Pemerhati Lingkungan

Jaksa menuntut ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang 97 ribu calon jamaah umrah PT Abu Tours, dengan total kerugian sekitar Rp 1,2 triliun.

Hendro Saryanto dalam materi pledoinya menyebutkan  dalam dakwaan tuntutan JPU tidak ada satupun unsur memenuhi terdakwa bersalah.

Salah satunya unsur melawan hukum. Penentuan harga jual paket umrah promo oleh PT Abu Tours tidak melanggar ketentuan hukum, karena tidak ada kententuan  yang mengatur tentang standar minumun biaya umrah.

Baca: Asisten III Sinjai Perintahkan Semua Humas OPD Terbuka ke Jurnalis

Ketentuan biaya penyelenggara ibadah umrah referensi baru ada sejak 13 April 2018 melalui keputusan Menteri Agama RI nomot 221 tahun 2018.

Sedangkan PT Abu Tours sejak Agustus 2017 sudah tidak diperbolehkan menjual paket promo lagi, bahkan izun sudah dicabut pada Maret 2018.

Lalu, unsur harta kekayaan. Kata Hendri ahli PPATK Muhamad Novian berbendapat bahwa uang sejumlah Rp 1, 2 triluh yang dibayar calon jamaah kepada Abu Tours bukan hasil kejahatan.

Kemudian unsur atas menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan. Meskipun kata Hendro pembelian menggunakan nama pribadi, faktanya aset tersebut tetap dicatatkan dalam laporan keuangan sebagai aset perseroan.

Baca: Pegawai Kemenag Sulsel Harapkan Tribun Timur Makin Terdepan

Hendro memaparkan dari hasil analisis fakta dan hukum yang telah dikemukakan di atas, agar kiranya majelis hakim menjatuhkan putusan dengan amar sebagai berikut.

Hendro meminta agar majelis hakim menerima seluruh nota pembelaan yang diajukan terdakwa dan kuasa hukumnya. Menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana didakwa JPU dalam dakwaan pertama kesatu, dakwaa  pertama kedua dan dakwaan kedua

Menyatakan perkara aquo adalah perkara  perdata. Membebaskan terdakwa Nursyariah Mansur atau setidak tidaknya lepas dari segala tuntutan.(*)

 
 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved