Kapolres Sebut Empat Potensi Kecurangan Penyaluran Bansos di Gowa

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengidentifikasi potensi kecurangan yang dapat terjadi dalam pendistribusian Bansos Program Keluarga Harapan (PKH)

Kapolres Sebut Empat Potensi Kecurangan Penyaluran Bansos di Gowa
Ari Maryadi
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengidentifikasi sejumlah potensi kecurangan yang dapat terjadi dalam pendistribusian Bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Potensi kecurangan diantaranya terjadi pengambilan Bansos yang dikoordinir oleh oknum tertentu.

Penyerahannya dibuat formal.

“Jadi penerimaan Bansos PKH ini tidak perlu dikoordinir, karena keluarga penerima manfaat dapat langsung menerima ATM berisi dana bansos PKH,” kata AKBP Shinto Silitonga, Rabu (13/2/2019).

Shinto melanjutkan, potensi kecurangan selanjutnya yaitu, pendamping yang bertugas dalam proses penyaluran Bansos PKH.

Pendamping dinilai berpotensi menyerahkan jumlah tidak sesuai kepada keluarga penerima manfaat.

Kapolres jebolan Akpol angkatan 1999 ini menegaskan akan personelnya mengawasi secara ketat penyerahan Bansos ini.

Ia menilai bansos bisa diintimidasi untuk kepentingan politik, yang meminta dukungan untuk paslon tertentu.

“Kita harus pastikan penyaluran Bansos PKH ini dapat berjalan lancar, sesuai peruntukannya, dan tepat sasaran, sehingga potensi kecurangan yang diduga bisa terjadi dapat dicegah,” tegas Shinto Silitonga.

Sebelumnya, Kapolres Shinto memaparkan langsung kegiatan simulasi penyaluran Bansos di halaman Mapolres Gowa, Jl. Syamsuddin Tunru, Senin (11/2/2019) lalu.

Penyaluran Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) ini nantinya diberikan dalam bentuk ATM BNI selama 4 tahap dalam setahun.

“Penyaluran Bansos PKH ini dilakukan selama 4 tahap dalam setahun, dengan jumlah dana yang berbeda-beda dengan keluarga lainnya, sesuai dengan komponen yang ada di dalam keluarganya,” jelas Shinto.

Adapun Bansos PKH ini diperuntukkan kepada anak usia dini, pelajar SD-SMP-SMA, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan orang lansia dalam satu keluarga penerima manfaat, yang maksimal diterima oleh 4 orang, dengan jumlah dana yang berbeda-beda.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Baca: Polisi Bentuk Satgas Pengawas Dana Bansos di Bajeng Gowa

Baca: Bahas Satgas Bansos, Polres, Bapeda dan Dinas Sosial Pinrang Gelar Vicon

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved