Andi Burhanuddin Unru: Pesan Nenek Saya, Perbanyak Kawan, Kurangi Lawan

Sepuluh tahun Andi Burhanuddin Unru memimpin Kabupaten Wajo. Sabtu (09/02/2019), dirinya terakhir menjabat sebagai Bupati Wajo, Sulsel.

Andi Burhanuddin Unru: Pesan Nenek Saya, Perbanyak Kawan, Kurangi Lawan
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Mantan Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Sepuluh tahun Andi Burhanuddin Unru memimpin Kabupaten Wajo. Sabtu (09/02/2019) kemarin, dirinya terakhir menjabat sebagai Bupati Wajo, Sulsel.

Tentu, ada suka dukanya. Kepada Tribun Timur, anak Bupati Wajo ke-5, Andi Unru tersebut menceritakannya.

"Saya ini pelayan, melayani masyarakat Wajo yang lebih dari 300 ribu orang. Sebagai pelayan, tentu ada yang tak puas dengan pelayanan saya," katanya.

Baca: Besok Pendaftaran SNMPTN 2019 Ditutup, Segera Daftar di snmptn.ac.id, Berapa Kuota Unhas dan UNM?

Baca: Silahkan Buat Akun SSP3K di ssp3k.bkn.go.id untuk Daftar PPPK Tahap I, Pakai Browser Laptop/PC !

Baca: Insiden Lion Air JT-780, AirNav Makassar; Ada Kendala Teknis

"pemimpin harus sabar, harus tabah dan harus menghadapi itu dan selalu mencarikan jalan keluar. Jangan memusuhi, karena orang memerlukan pelayanan kita,"

Pesan leluhur di Kabupaten Wajo senantiasa dipengannya. Yakni, Sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

"Prinsip 3 S itu lah budaya kita, sudah sejak lama prinsip itu ada," katanya.

Dalam Bahasa Indonesia, prinsip Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge itu bermakna saling memanusiakan, saking menghargai dan saling mengingatkan.

Selama menjabat, dirinya tak menampik ada pihak yang tak menyukai dirinya. Namun, hal tersebut tak membuat dirinya mengurangi pelayanannya.

"Sekelas nabi saja ada yang membenci, yang jelas-jelas adalah utusan Allah. Apalagi sekelas kita, manusia biasa,"

Selama dua periode memimpin Bumi Lamaddukelleng yang memiliki luas wilayah 2.056,19 km persegi, pesan neneknya pun terus dipegang teguhnya.

"Selain memperbaiki salat, nenek saya pesankan bahwa perbanyak teman dan kurangi lawan. Yah, sehari-hari kan kita bergaul, perbanyaklah teman. Itu maknanya banyak, artinya perbaiki diri sendiri dan perbaiki orang lain," katanya.

Kini, purna sudah pengabdiannya selama 10 tahun di Bumi Lamaddukelleng, di bumi di mana adat yang dipertuan. 'Maradeka to Wajo e, Ade'na napapuang'. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

 

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved