Kisah Rosmawati, Warga Gowa Korban Penggelapan Tanah yang Mencari Keadilan

Menurut Rosmawati, keluarganya menjadi korban penggelapan tanah oleh Hendrik, warga Andi Mallombassang, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu

ari maryadi/tribungowa.com
Rosmawati, korban sengketa tanah saat ditemui Tribun Timur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Rosmawati mengunjungi Pengadilan Negeri Klas 1A Sungguminasa, Jl. Usman Salengke, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (12/2/2019) siang.

Rosmawati datang menanyakan perkembangan permohanan peninjauan kembali (PK) atas kasus sengketa tanah keluarganya sejak 2011 lalu.

Menurut Rosmawati, keluarganya menjadi korban penggelapan tanah oleh warga Jl Andi Mallombassang, Kelurahan Bonto-bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Sertifikat tanah miliknya dibalik nama, dan dimenangkan oleh pelaku di Pengadilan Negeri Klas 1A Sungguminasa Gowa, 2013 lalu.

"Itu tanah kami. Pengadilan Sungguminasa mengaku akan melakukan PK ke Mahkama Agung. Tapi sampai hari ini belum ada bukti administrasi pengirimannya," sesal Rosmawati, Selasa (12/2/2019).

Menurut Rosmawati, kasus ini bermula ketika sertifikat tanah miliknya dicuri oleh penjaga rumahnya, Junaidi Amin, 2011 lalu. Ketika itu seluruh keluarganya ke Surabaya dan rumah dijaga oleh Junaidi.

Belakangan sertifikat itu dibalik nama dan ditetapkan melalui hasil persidangan Pengadilan Negeri Klas 1A Sungguminasa Gowa. Ia menduga, Junaidi menyerahkan sertifikat tersebut ke Hendrik.

"Junaidi telah kami laporkan ke Polda Sulsel. Dia sudah divonis bersalah dan ditahan atas kasus penggelapan tanah. Status hukumnya sudah inkrah," tegas Rosmawati, Selasa (12/2/2019).

"Kami mengharapkan keadilan. Tolong Pengadilan Negeri Klas 1A Sungguminasa melakukan PK ke MA. Itu tanah almarhum suami saya," tambah Rosmawati.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun, Pengadilan Negeri Klas 1A Sungguminasa melalui Ketua Panitera Burhanuddin tercacat pernah mengeluarkan surat tentang pengiriman berkas perdata PK ke MA.

"Akan tetapi ketika kami croscek ke MA di Jakarta. Berkas PK dari Pengadilan Negeri Kelas 1A Sungguminasa tidak pernah sampai," tambah Rosmawati.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitera Burhanuddin yang ditemui Tribun Timur mengklaim telah mengirimkan berkas PK ke MA. Akan tetapi, ia enggan menunjukkan bukti resi pengirimannya.

"Nanti kami cekkan berkasnya. Soalnya ada banyak berkas yang tertumpuk di tempat kami," singkat Burhanuddin kepada Tribun Timur.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved