Gotong Jenazah ke Rampi Luwu Utara Bukan yang Pertama

Jenazah Renti Tanta warga Desa Tedeboe digotong dari wilayah Desa Badangkaia, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso

Gotong Jenazah ke Rampi Luwu Utara Bukan yang Pertama
Frans
Jenazah Renti Tanta warga Tedeboe, Rampi dikemas di RSUD Andi Djemma Masamba sebelum dibawa ke Lero, Sulawesi Tengah, untuk digotong ke kampung halamannya. 

TRIBUNLUTRA COM, RAMPI - Gotong jenazah kembali dilakukan puluhan warga Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Jenazah Renti Tanta warga Desa Tedeboe digotong dari wilayah Desa Badangkaia, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, karena tak mampu membayar sewa pesawat.

"Ditandu sehari dengan jarak sekitar 45 kilometer. Melalui hutan belantara yang penuh dengan terowongan dan tanjakan," ujar warga Rampi, Frans, Senin (11/2/2019).

Baca: VIDEO: Ongkos Pesawat Mahal, Warga Rampi Luwu Utara Gotong Jenazah 45 Km

Baca: Bupati Luwu Utara Singgung Pejabat Loyo, Dominan Pria

Baca: 12 Kotak Suara Kardus KPU Luwu Utara Rusak

Renti meninggal dunia di RSUD Andi Djemma Masamba pada Kamis 7 Februari 2019.

Keluarga awalnya ingin membawa jenazah Renti ke Rampi menggunakan pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma Masamba.

"Tapi tarifnya sangat mahal, Rp 50 juta. Di mana kita mau ambil uang," ujar Frans.

Gotong mayat bukan yang pertama dilakukan warga Rampi.

Desember 2017 lalu, warga Desa Onondowa, Rampi, juga bahu membahu menggotong jenazah keluarga sejauh 36 kilometer.

Jenazah Mesak Wungko juga digotong dari wilayah Lore usai meninggal dunia di Masamba.

Rampi berjarak 86 kilometer dari Masamba, ibu kota Luwu Utara dan merupakan salah satu kecamatan terpencil.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved