Menghabiskan Akhir Pekan di Wisata Paralayang Matantimali Sulteng
Berada di perbukitan Kabupaten Sigi dengan ketinggian kurang lebih 1500 meter di atas permukaan laut (Mdpl), objek wisata ini memang menjadi lokasi
Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUN-TIMUR.COM, SIGI - Empat bulan pascabencana, sejumlah kawasan wisata di Sulawesi Tengah, mulai ramai dikunjungi.
Salah satunya objek wisata Paralayang Wayu, atau orang lebih cenderung menyebutnya Matantimali.
Ratusan tenda tampak kembali memadati area perkemahan di kawasan paralayang andalan Sulawesi Tengah itu.
Warga berduyun-duyun datang sejak sore hingga malam hari.
Bahkan, sekitar pukul 23.00 wita, pengunjung masih terus berdatangan.
Wisata Paralayang Matantimali ini, berlokasi di Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
Berada di perbukitan Kabupaten Sigi dengan ketinggian kurang lebih 1500 meter di atas permukaan laut (Mdpl), objek wisata ini memang menjadi lokasi kemah andalan bagi warga Palu dan sekitarnya.
Pasalnya, selain memberikan sensasi tersendiri bagi para pecinta olahraga paralayang, Matantimali juga menyuguhkan pemandangan Kota Palu secara lanscape yang begitu mempesona.
Objek wisata ini memang begitu dicintai oleh warga.
Pasalnya, selain aksesnya yang mudah, lokasi ini juga dekat dari Kota Palu yang hanya berjarak 7 kilometer
Jika menggunakan kendaran roda dua, pengunjung hanya menghabiskan waktu selama 1 jam perjalanan untuk bisa sampai ke lokasi perkemahan ini.
Dalam perjalanan menuju Matantimali, pengunjung disajikan pemandangan yang begitu indah.
Hamparan persawahan dan panorama lembah palu akan menemani anda selama perjalanan.
Namun pengujung yang menggunakan roa dua, diingatkan agar lebih berhati-hati dan mengontrol kecepatan karena kondisi jalan masih sempit.
Untuk masuk ke lokasi ini, pemerintah setempat memberlakukan peraturan baru pembayaran tiket.
Pembayarannya pun terpisah, untuk satu orang harus membayar Rp.3.500, begitu juga dengan peralatan tenda seharga Rp.10.000 per tenda.
Bukan itu saja, pengunjung juga harus membayar sewa parkiran senilai Rp.5.000 per unit untuk roda dua, sementara Rp.10.000 untuk roda empat.
Memang di Matantimali ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati senja.
Bukan itu saja, di sini kalian juga bisa menyaksikan matahari terbit yang paling indah. Tapi dengan catatan, cuaca harus cerah.
Para wisatawan, memang dominan berdatangan pada pukul 18,00 ke atas.
Pasaslnya, Menunggu pagi sambil menatapi kerlap-kerlip lampu Kota Palu akan memberikan kenangan yang begitu indah untuk anda.
Dari kejauhan, pancaran kilaunya bak mutiara seakan mata tak ingin berhenti menatapanya.
Untuk anda yang ingin berkunjung, disarankan jangan sendiri, jangan lupa ajak teman keluaarga atau pacar.(*)
Keterangan Foto : Suasana objek wisata Paralayang Matantimali saat malam, Sabtu (9/2/2019). (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)
Keterangan Foto : Ratusan tenda tampak memenyhi seluruh kawasan Wisata Paralayang Matantimali di Desa Wayu, Kecamtan Marawola Barat, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (10/2/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/para1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/para2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/para3.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/para5.jpg)