Dua Tersangka Begal Potong Tangan Tinggal Menunggu Jadwal Sidang

"Belum ada jadwalnya. Tapi Minggu lalu JPU (Jaksa Penuntut Umum) telah melimpahkan ke Pengadilan," kata Sanjaya ke Pengadilan.

Dua Tersangka Begal Potong Tangan Tinggal Menunggu Jadwal Sidang
hasan/tribuntimur.com
Dua Tersangka Begal Potong Tangan Tinggal Menunggu Jadwal Sidang. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dua tersangka kasus dugaan kekerasan jalanan atau biasa dikenal begal Firman alias Emmang (22), Aco Alias Pengkong (21) segera diadili.

Berkas perkara kedua tersangka beberapa hari lalu telah dilimpahkan Pengadilan Negeri Makassar oleh Kejaksaan Negeri Makassar.

Menurut Kuasa Hukum tersangka, Rahmat Sanjaya pihaknya saat ini tingga menunggu penentuan jadwal sidang dari Pengadilan.

Baca: Menghabiskan Akhir Pekan di Wisata Paralayang Matantimali Sulteng

Baca: Pelepasan Mahasiswa PNUP untuk Mengikuti Harvard National Model United Nation

"Belum ada jadwalnya. Tapi Minggu lalu JPU (Jaksa Penuntut Umum) telah melimpahkan ke Pengadilan," kata Sanjaya ke Pengadilan.

Selain kedua tersangka. Kejaksaan juga melimpahkan berkas dua pelaku lainnya Imran alias Imran (37) dan Fatullah alias Ullah (18). Kedua tersangka berperan sebagai penadah hasil curian dua pelaku utama.

Tersangka Firman sebelumnya mengaku melakukan aksi begal baru pertama kali dilakukan lantaran butuh uang  untuk beli baju.  "Baru pertama kali pak," kata Firman sembari menundukan kepala kepada wartawan ditemui di sel Kejaksaan.

Baca: Haerul Ihwan Mahdi Terpilih Pimpin Komisariat IMM FAI Unismuh Makassar

Firman menceritakan hp yang dirampas ditangan korban dijual kepada penadah. Hasil curianya lalu dibagi dua dengan pelaku untuk digunakan membeli baju. 

Adapun korban dalam perkara ini adalah  Imran (19), mahasiswa Teknik asal Enrekang. Tangan Imran terputus setelah ditebas para pelaku dengan menggunakan parang di jalan Datut Ribandang Dua, Kecamatan Tallo, pada Senin (23/11/2018).

Pada saat kejadian, kala itu Korban menggunakan motor matik Yamaha Mio Soul hitam DD 4215 OV. Korban waktu itu lagi sementara menelepon keluarganya.

Baca: TRIBUNWIKI: Bukan Hanya Ada Jalankote di Jl Lasinrang, Ada Juga Sop Ubi, Ayam, Bakso, dan Sushi

Tiba-tiba dari belakang korban, pelaku yang juga mengendarai sepeda motor berboncengan memakai motor matik Honda Beat putih memepet korban.

Pengakuan korban, dua pelaku sempat minta handhonenya, tapi karena korban tidak mau, pelaku itu langsung memukul korbannya dari belakang.

Tidak sampai di situ, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri. Tapi pelaku langsung menebas tangannya.

Mahasiswa ATIM Makassar ini terpaksa harus kehilangan telapak tangannya karena menangkis tebasan senjata tajam pelaku saat ingin meminta handphonenya.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved