Barista Makassar Dianjurkan Ikut Sertifikasi, Ini Alasannya

Ismail Basri mengatakan LSPKI merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan profesi barista secara profesional.

Barista Makassar Dianjurkan Ikut Sertifikasi, Ini Alasannya
Tribun/Desi Triana
asesor Kompetensi Barista dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia (LSPKI) Ismail Basri, di Koffie Hood Jl Serigala, Mamajang, Makassar (10/2/2019).

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Assesor Kompetensi Barista dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia (LSPKI) Ismail Basri menjelaskan tentang sertifikasi barista melalui LSPKI, saat ditemui di Koffie Hood Jl Serigala, Mamajang, Makassar (10/2/2019).

LSPKI merupakan lembaga yang memfasilitasi uji kompetensi terkait profesi yang berhubungan dengan kopi, mulai dari petani kopi hingga barista untuk mendapatkan sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Ismail Basri mengatakan LSPKI merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan profesi barista secara profesional.

Ia juga mengatakan, sertifikasi ini merupakan hak bagi para barista untuk mendapatkannya.

Bagi Ismail, awalnya barista dikenal bukan sebagai profesi. Namun dengan perkembangannya, barista menjadi komponen penting dalam suatu usaha kopi sehingga menjadi profesi profesional dengan uji kompetensi sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

"Bukan hanya sekedar meracik kopi, namun profesi ini harus benar-benar memahami kopi dari hulu hingga hilirnya," tuturnya.

Menurutnya, ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan para barista profesional.

"Barista harus mampu mengedukasi, para konsumen tentang kopi," katanya.

Uji kompetensi dari LSPKI dilakukan selama empat kali dalam setahun.

Ada tiga tahap uji kompetensi yaitu uji tertulis, lisan, dan demonstrasi.

Halaman
12
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved