Remaja Penjual Pil Boje di Majene Terancam Hukuman Hingga 15 Tahun Penjara

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Majene menangkap tiga pelaku pengedar obat-obatan terlarang jenis boje.

Remaja Penjual Pil Boje di Majene Terancam Hukuman Hingga 15 Tahun Penjara
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Kasat Narkoba Polres Majene AKP Muh Ikhsan menjelaskan modus pengedaran pil boje di Majene, Kamis (7/2/2019). 

"Keanyakan dari anak sekolah SMP dan SMA," jelasnya.

Tiap butir pil dijual seharga Rp 5.000. 200 butir pil boje itu habis terjual selama dua hingga tiga hari. Jadi total penjualannya Rp 1 juta.

Jika barang itu habis, Jamal memberikan upah pada Adrian sebanyak Rp 220 ribu.

Selain dijual, lanjut AKP Ikhsan, obat-obatan itu juga diberikan pada Aspan. Aspan mendapatkan 80 butir dari Adrian untuk dijual kembali.

Setelah Aspan berhasil menjual 80 butir itu, dia akan diberikan upah sebanyak Rp40 ribu.

Tersangka kini harus mendekam di tahanan Polres Majene. Mereka akan dijerat pasal 196 Subs Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

"Ancaman hukumannya 4 tahun sampai 15 Tahun," ungkap AKP Muh Ikhsan saat konferensi pers di Mapolres Majene, Kamis (7/2/2019).

Sementara tersangka Rian yang masih d ibawah umur untuk sementara ini tidak ditahan. Rian rencananya akan dikembalikan ke keluarga dan sekolahnya.

"Selesai ini kami serahkan kembali ke orang tuanya sama Kepala sekolahnya karena masih sekolah, namun berkas perkaranya tetap dilanjutkan," pungkasnya. 

 Baca: Ketua Persakmi Bantaeng Baca Tribun Sejak Pertama Terbit

Baca: VIDEO Kasat Lantas Polres Bantaeng: Semoga Tribun Tetap Menjadi Teman Setia Kepolisian

Baca: 3,5 Jam Kapolda Sulsel Catat Masukan dari 29 Doktor Saat Diskusi Forum Dosen Majelis Tribun

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Halaman
123
Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved