Breaking News:

Prof Marwan Mas Minta Kapolda Sulsel Perhatikan Kasus Pembobolan Rumah

Dr Naidah Naing menjadi pembicara pertama. Dosen UMI ini bertanya sekaligus memberi saran ke Irjen Hamidin terkait maping jaringan teroris di Sulsel.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasrul
abdiwan/tribuntimur.com
Suasana Diskusi Forum Dosen di Tribun Timur, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kurang lebih tiga jam Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs H Hamidin, Rabu (6/2/2019), menyimak, mencatat dan mencatat aneka masukan soal peta kerawanan politik, sosial dan lingkungan menjelang Pemilu dari 29 akademisi lintas perguruan tinggi di Kota Makassar.

Selain profesor dan para dokter ini juga hadir Ketua Bawaslu Sulsel Dr HL Arumahi, Komisioner Pemilu Dr Syarifuddin Jurdi, dan Ketua KPU Sulsel (2014-2018) Dr Iqbal Latief.

Baca: Danny Pomanto Sebut Program Keluarga Harapan Berhasil Retas Kemiskinan

Baca: Mulai Dikenal Sejak Beli Klub Sepakbola, Erick Thohir Ternyata Pernah Tinggal di Gubuk Beralas Tanah

Kapolda memenuhi undangan Majelis Forum Dosen Makassar di Aula Lt 4 Tribun Timur, di Jl Cenderawasih No 430, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Acara diskusi dimulai pukul 13.30 wita. Hingga pukul 16.30 wita, Kapolda masih merespons dan menjawab bergilirin masukan.

Dr Naidah Naing menjadi pembicara pertama. Dosen UMI ini bertanya sekaligus memberi saran ke Irjen Hamidin terkait maping jaringan teroris di Sulsel.

Baca: Waspada Jelang Pilpres, Kapolda: Sulsel Jadi Lintasan Terduga Teroris

Menurutnya, Polda Sulsel seharusnya sudah memiliki maping jaringan teroris yang berbeda, sehingga penanganan berbeda pula.

"Ada dua maping, sebenarnya karakterisme menonjol adalah terorisme politik dan agama. Saya kurang tahu kenapa undang-undang terorisme kita hanya responsif dengan perlindungan terhadap orang-orang yang melakukan pemberantasan. Kenapa tidak merevisi dengan menyesuaikan kondisi daerah kita, agar penangannya sesuai krakteristik. Penanganan terorisme perlu pemetaan," kata Naidah.

Usai Naidah, Guru Besar bidang Hukum Unibos, Prof Marwan Mas melanjutkan dengan memberi saran ke kepolisian untuk lebih mengutamakan pencegahan daripada pemberantasan.

Baca: Diciduk Polisi, Penjual Kosmetik Ilegal di Palu Terancam 5 Tahun Penjara

"Polisi memiliki empat tugas, melayani, mengayomi, melindungi, dan menegakkan hukum. Kita mau polisi mengurutkan itu, karena saya lihat, kritik ke polisi karena lebih dahulu mengutamakan penegakan daripada yang ketiga itu. Dalam melayani dan mengayomi itulah pencegahan," kata Marwan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved