VIDEO: 3 Tahun Gelapkan Uang Iuran Televisi Kabel, Warga Palopo Diringkus

Pelaku menyambung tv kabel tanpa sepengetahuan perusahaan dan mengambil uang dari pelanggan yang tidak diketahui perusahaan

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Syamsuri (47), warga Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo, mendekam dibalik jeruji besi Polsek Wara, Senin (4/2/2019) siang.

Pegawai penagihan salah satu televisi kabel ini diduga telah menggelapkan uang perusahaan.

Kepada TribunPalopo.Com, Kapolsek Wara, Kompol Marthen Sipa menjelaskan, selain menggelapkan uang perusahaan, pelaku juga telah membuat pelanggan fiktif yang tidak diketahui oleh perusahaan.

Pelaku menyambung tv kabel tanpa sepengetahuan perusahaan dan mengambil uang dari pelanggan yang tidak diketahui perusahaan itu untuk keuntungan pribadi.

"Awalnya perusahaan curiga, dari 1.500 pelanggan yang ditagih, uang yang disetor tidak sesuai dengan data yang ada. Akhirnya perusahaan melaporkan dan kami lakukan penyelidikan terhadap kasus ini," katanya.

Kepada Polisi, pelaku mengaku sudah 10 tahun bekerja sebagai penagihan tv kabel. Pengelapan uang perusahaan dan membuat pelanggan tanpa sepengetahuan perusahaan sudah dilakukan selama tiga tahun.

Selain itu dirinya juga mengaku telah markup tagihan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu.

"Jumlah pelanggan fiktifnya sebanyak 35. Parahnya lagi pelaku membuat kwitansi sendiri. Kwitansi perusahaan tidak digunakan. Kami perkirakan dana yang telah digelapkan mencapai ratusan juta rupiah," katanya.

Penangkapan terduga pelaku penggelapan uang perusahaan ini dilakukan oleh Polsek Wara di Jl Dahlia, Kecamatan Wara, Kota Palopo pada Minggu (3/2/2019) kemarin.

Dari penangkapan itu Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 3 juta, satu buku data pelanggan fiktif dan beberapa kwitansi palsu.

"Kami masih melakukan pengembangan. Kami mengimbau agar masyarakat Kota Palopo lebih teliti lagi jika menemukan hal seperti ini," kuncinya.

Pelaku terancam hukuman minimal empat tahun penjara.

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved