Gunung Karangetang di Sulawesi Utara Muntahkan Lava Panas ke Kali, Ratusan Warga di Sitaro Ngungsi

Ratusan warga dua kampung di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro ) mengungsi untuk menghindari lava panas.

Gunung Karangetang di Sulawesi Utara Muntahkan Lava Panas ke Kali, Ratusan Warga di Sitaro Ngungsi
TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW
Aktivitas erupsi Gunung Karangetang yang sedang melepaskan awan panas ke udara menunjukan kondisi gunung yang mulai menunjukan status siaga, Kamis (12/10/2017). Gunung Karangetang dengan ketinggian mencapai 1.784 mdpl yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, Indonesia ,meletus. Lava panas Gunung Karangetang mengalir di Kali Malebuhe, pada Minggu (3/2/2019).

Oleh karena itu, ratusan warga dua kampung di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro ) mengungsi untuk menghindari lava panas.

Mereka adalah penduduk Kampung Kawahang dan Kampung Batubulan yang dilalui sungai atau kali aliran lava gunung api.

Baca: www.snmptn.ac.id - Lihat di Link Ini Hasil Pemeringkatan SNMPTN 2019, Siswa Bisa Daftar Hari Ini!

Baca: Ustadz Abdul Somad Minta Hotel Bintang 5? Ini Pernyataan Resmi UAS & Timnya, 2 Daerah Transfer Uang

Enam kepala keluarga di Batubulan telah diungsikan di Kampung Kawahang pada Sabtu (2/2/2019). Ada pula 10 kepala keluarga Kampung Kawahang mengungsi. 

Total ada 43 jiwa yang mengungsi di  GMIST Nazareth Niambangeng, Kawahang. Pengungsi lainnya tinggal di rumah keluarganya.

Selain itu, 57 warga Desa Batubulan yang dipindahkan ke Kantor Kampung (desa) tersebut. 

Warga yang mengungsi di kantor Kampung Batubulan
Warga yang mengungsi di kantor Kampung Batubulan (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

Sehingga total warga di lokasi pengungsian sebanyak 100 orang. Jumlah tersebut tak termasuk pengungsi yang tinggal di rumah kerabat mereka.

Mereka sengaja diungsikan untuk menghidari debu erupsi Gunung Karangetan dan lava yang sedang mengalir lambat di Kali Malebuhe.

Jarak guguran lava panas dengan pemukiman warga sekitar 300 meter dan jarak guguran lava panas dengan ruas jalan antara lingkungan I kampung Batubulan dan lingkungan II sekitar 200 meter.

Warga Mengungsi

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved