Rocky Gerung 5 Jam Diperiksa Polisi Kasus Fiksi April 2018, 'Fiksi Itu Baik Sebaliknya Jika Fiktif'

Gara-gara pernyataannya di talkshow ILC TV One 10 April 2018 tentang Kitab Suci Fiksi kemudian dipersoalkan dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Rocky Gerung 5 Jam Diperiksa Polisi Kasus Fiksi April 2018, 'Fiksi Itu Baik Sebaliknya Jika Fiktif'
Tribunnews
Rocky Gerung diperiksa di Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (3/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Akademisi Rocky Gerung diperiksa kurang lebih 5 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya, Sabtu (2/2/2019).

Gara-gara pernyataannya di talkshow ILC TV One 10 April 2018 tentang Kitab Suci Fiksi.

Lalu kenapa butuh nyaris 9 bulan untuk kasus Fiksi Rocky Gerung diproses di Polda Metro Jaya?

Baca: Irjen Umar Septono Eks Kapolda Sulsel Didoakan Raih Bintang 4 & Jadi Kapolri, Ini Reaksi & Videonya

Baca: Anji Tanya Raffi Ahmad Gosip Pernah Nikahi Ayu Ting Ting, Jawaban Raffi Sebut Nama Istri Nagita

Baca: Hasil & Cuplikan Gol Juventus vs Parma Seri 3-3, Napoli Menang Besar dan Klasemen Terbaru Serie A

Baca: Inilah Profil Lengkap Pelatih Baru PSM Makassar, Darije Kalezic,Pernah Latih PSV Eindhoven U21

Baca: Hasil dan Cuplikan Gol Barcelona vs Valencia Seri dan Klasemen Liga Spanyol, Messi 2 Penalti

Pengamat politik, Rocky Gerung memenuhi panggilan Polda Metro Jaya soal pernyataannya "Kitab Suci Fiksi", Jumat (1/2/2019).

Rocky diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Metro Jaya dengan didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar pada pukul 15.55 WIB.

Rocky keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019) malam sekitar pukul 20.40 WIB.

Selama lebih kurang 5 jam, Rocky diperiksa terkait memberi keterangan.

Ia diminta pihak kepolisian untuk klarifikasi mengenai istilah fiksi.

"Rupanya si pelapor itu gagal paham beda antara fiksi dan fiktif. Padahal berkali-kali saya terangkan bahwa fiksi adalah suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi," kata Rocky kepada wartawan seusai pemeriksaan oleh kepolisian Jumat malam, dikutip dari Kompas.com.

Ia mengungkapkan bahwa penting bagi pelapor membedakan fiksi dan fiktif, dia juga menambahkan bahwa pelapor memiliki kekurangan pengetahuan tentang pemaknaan kata-kata.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved