Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Ini 12 Alat Musik Tradisional Khas Makassar
Tidak hanya itu, alat musik dari Sulawesi Selatan sangat unik dan memiliki bunyi yang khas.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sulawesi Selatan yang dulunya bernama Ujung Pandang memiliki banyak keaneka ragaman.
Selain itu juga, memiliki kesenian dan kearifan lokal yang sangat indah.
Beberapa tempat yang ada di Sulawesi Selatan, memiliki keindahan yang beragam.
Tidak hanya itu, alat musik dari Sulawesi Selatan sangat unik dan memiliki bunyi yang khas.
Berikut, Tribun Timur telah merangkumnya.
1. Ana Baccing
Alat musik ini terbuat dari logam, dimainkan dengan cara dipukulkan satu sama lain.
Bentuknya seperti dayung, dan selalu dimainkan pada saat karnaval atau upacara adat.
2. Basi-Basi
Ada perbedaan penyebutan antara masyarakat Bugis dan juga Makassar untuk alat musik ini.
Bagi orang Makassar alat musik ini disebut klarinet.
Basi basi ini dimainkan dengan cara ditiup, dan didalamnya terdapat sebuah sekat berupa membran yang dapat menghasilkan bunyi.
3. Gendang Bulo
Ukurannya cukup kecil dan panjang. Dimainkan pada perayaan adat atau acara tertentu.
Gendang ini dimainkan oleh kaum laki-laki.
4. Jalappa
Jalappa merupakan alat musik yang bentuknya seperti simbal.
Terbuat dari logam kuningan, dimainkan pada saat upacara adat persembahan sesaji kepada para dewata.
Alat musik ini juga dipercayai sebagai peralatan dukun dibeberapa daerah.
5. Keso-Keso
Dilansir dari alatmusikindonesia.com, Keso-Keso merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang cukup terkenal karena suara yang dihasilkan sangat indah dan membuat kita seakan terbawa dengan suasana daerah asalnya.
Alat musik tradisional ini memiliki nama “Keso” karena memang cara memainkannya digesek, sehingga disebut “Keso-Keso” dan beberapa orang juga ada yang menyebutnya “Kere-Kere Galang”.
Pada bagian tubuh Keso-Kesoyang digunakan sebagai resonatornya terbuat dari kayu nangka yang dipilih dengan cara khusus dan dibentuk menyerupai jantung pisang dengan rongga di tengahnya agar menciptakan suara yang maksimal.
Setelah dipahat se-demikian rupa sehingga berbentuk cekungan, kekosongan dari kayu nangka tersebut ditutup dengan membran yang terbuat dari kulit kambing pilihan.
Dari alat menggesek-nya tidak diperlukan kayu khusus karena asalkan kuat, kayu tersebut bisa digunakan sebagai busur yang digunakan untuk menggesek Keso-Keso.
Namun yang terpenting terletak pada benda yang terlihat seperti tali busur tersebut yang ternyata menggunakan rambut ekor kuda sebagai bahannya.
Bunyi yang dihasilkan ternyata berasal dari gesekan antara senar pada Keso-Keso dan juga rambut ekor kuda pada busur.
6. Lalosu
Alat musik tradisional Sulawesi Selatan Alosu adalah alat musik yang terbuat dari anyaman daun kelapa dan berbentuk kotak-kotak kecil yang tersusun rapih.
Di bagian dalamnya terdapat biji-bijian yang jika kita goyangkan akan menimbulkan suara seperti beras yang terdapat dalam botol plastik.
Penggunaan Alosu sulit ditemukan, tetapi jika anda beruntung ada beberapa nyanyian daerah yang menggunakan alat musik tradisional ini sebagai pengiringnya.
7. Puwi – Puwi
Satu lagi alat musik tiup dengan bentuk yang cukup unik, Puwi-Puwi atau juga disebut puik-puik adalah sebuah alat musik berupa terompet khas dari Sulawesi Selatan.
Bentuk dan cara memainkan alat musik ini sama persis dengan beberapa alat musik dari daerah lain di Indonesia, seperti serunai di Sumatera, Sronen di Jawa Timur, dan Tarompet di Jawa Barat.
8. Suling Lembang
Suling Lembang adalah alat musik tradisional di Sulawesi Selatan yang berasal dari asal Toraja yang memiliki panjang yang berbeda dari suling lainnya, dengan panjang 40 hingga 100 cm, Suling Lembang merupakan suling terpanjang di daerah Toraja.
Meskipun dengan panjang hingga 1 m, Suling ini memiliki ukuran diameter yang kecil jadi kita masih bisa memegang dengan menggunakan tangan kita dan pada bagian ujung suling tersebut diberikan cerobong tanduk, sehingga bentuknya seperti terompet.
Suling Lembang memiliki 6 lubang nada yang biasanya digunakan pada lagu lagu Toraja terutama pada saat acara berduka, namun suling ini tidak dimainkan solo dan seringnya diiringi dengan alat musik lain yaitu Suling deata.
Suling lembang berbentuk tegak lurus dan ditiup melalui bagian atas yang berbentuk seperti cincin dan juga nada-nada yang dihasilkan sangatlah bertemakan “Toraja”.
Peran Suling Lembang ini baru akan terlihat pentingnya pada sebuah kegiatan Rambu Tuka’ dan juga Aluk Rampe Matampu (Upacara panen padi dan Upacara kematian).
Penggunaan alat musik tradisional ini sangat penting untuk mengiringi syair dan lagu pada upacara tersebut.
9. Talindo
Talindo merupakan alat musik tradisional khas Sulawesi Selatan yang tepatnya berasal dari tanah Toraja, dengan bentuknya yang unik dan juga sederhana alat musik tradisional Talindo / Popondi digunakan dalam berbagai acara adat disana.
Alat musik Talindo juga cukup terkenal didunia.
Nama Talindo merupakan sebutan alat musik tradisional ini di daerah Bugis sedangkan Popondi untuk sebutannya di daerah Makasar.
Alat musik tradisional ini terbuat dari bahan yang bisa dicari dari alam yaitu kayu, tempurung kelapa dan tentunya senar karena kita memainkan Talindo dengan cara dipetik.
Talindo / Popondi memiliki bentuk seperti busur, alat musik ini juga termasuk kedalam jenis sitar berdawai satu.
Tempurung kelapa tadi nantinya akan dimanfaatkan sebagai resonatornya.
Alat musik Tradisional Popondi / Talindo biasanya dimainkan oleh para petani saat melakukan panen sawah mereka atau saat mengisi waktu senggang para remaja.
10. Rebana
Hampir seluruh daerah di Indonesia mengklaim, alat musik ini besal dari daerahnya masing-masing.
Rebana merupakan gendang terbuat dari kayu. Baik kayu cendana, pohon nangka, pohon kelapa, maupun kayu jati.
Saat ini, Rebana digunakan untuk mengiringi tarian atau qasidah.
11. Kacaping
Kacaping merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik.
Kacaping juga memiliki dua dawai yang dikaitan ke kayu yang sudah dibentuk menyerupai perahu.
Jika berjalan-jalan di hotel Claro, Makassar Kacaping ini masih sering digunakan oleh pemusik tradisional di loby hotel.
Bagi para tamu tentunya bisa merasakan suasana kota Daeng dengan mendengar bunyi kacaping ini.
12. Alosu
Alat musik ini dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan.
Biji yang berada didalam kotak Alosu akan menghasilkan bunyi gemerincing, layaknya seperti kecrek modern.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kecapi-iii_20150611_131921.jpg)