Dinkes Pangkep: Tidak Semua Pasien yang Meninggal karena DBD

Kepada TribunPangkep.com, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief membeberkan ada beberapa pasien yang meninggal

Dinkes Pangkep: Tidak Semua Pasien yang Meninggal karena DBD
Munjiyah/ Tribun Timur
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Dinas Kesehatan Pangkep mengklaim tidak semua pasien yang meninggal karena Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pangkep.

Kepada TribunPangkep.com, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief membeberkan ada beberapa pasien yang meninggal karena positif DBD dan ada yang hanya demam.

"Tidak semua diagnosa mereka itu positif DBD. Pasien yang di Marang itu kejang demam dan radang paru-paru, kemudian pasien di Bungoro itu awalnya gejala tipes dan pasien di Pangkajene memang positif DBD. Kita sudah lakukan fogging disana," ujarnya di Pangkajene, Jumat (2/1/2019).

Indry menyebut, Dinas Kesehatan Pangkep saat ini sedang melakukan fogging dan memerangi jentik nyamuk dengan memberdayakan juru pemantik.

"Semua lintas sektor harus terlibat. Mulai dari masyarakatnya, desa, bhabinsanya, bhabinkamtibmas dan ibu-ibu PKK itu harus terlibat semuanya," ungkapnya.

Selain itu, kata Indry surat edaran Bupati Pangkep untuk pembersihan di seluruh puskesmas-puskesmas yang ada di Pangkep sudah dikirim.

"Sejak Desember 2018 surat edaran Bupati sudah ada dan telah dikirim," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menyebutkan Kabupaten Pangkep adalah kabupaten yang paling tinggi pasien DBD nya selama bulan Januari 2019 menangani 3 pasien DBD yang meninggal dan 157 pasien DBD yang dirawat inap tersebar di puskesmas dan RSUD Pangkep.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved