Pemuda Muslim Australia Kunjungi Makassar untuk Berbagi Pengalaman Keberagaman dan Toleransi

Sebanyak 5 pemuda Muslim Australia sedang berkunjung ke 3 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Pemuda Muslim Australia Kunjungi Makassar untuk Berbagi Pengalaman Keberagaman dan Toleransi
WORLD GRAIN
Ilustrasi persahabatan Indonesia dan Australia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 5 pemuda Muslim Australia sedang berkunjung ke 3 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.

Kunjungan mereka untuk memperoleh pengalaman keberagaman dan toleransi beragama di Indonesia secara langsung serta berbagi pengalaman mereka tumbuh besar di Australia, negara multikultur.

Demikian siaran pers Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Kunjungan ini merupakan agenda tahunan pemerintah Negeri Kanguru tersebut sebagai bagian dari Program Pertukaran Tokoh Muslim Muda Australia-Indonesia (MEP). 

Baca: 5 Pemuda Muslim Australia Kunjungi Makassar untuk Belajar Pluralitas dan Toleransi

Kelima pemuda terdiri atas 3 perempuan dan 2 laki-laki dari Sydney dan Melbourne yang bekerja di bidang pendidikan, pengembangan masyarakat, sosial, dan layanan finansial.

Dalam program yang berlangsung selama 2 pekan di Indonesia, mulai Senin (28/1/2019) hingga Sabtu (9/1/2019), mereka akan bertemu dengan pegiat organisasi Islam, para pemimpin komunitas, akademisi, dan media media, serta berkunjung ke pesantren.

Program mereka mencakup kegiatan budaya dan antaragama seperti menghadiri ibadah shalat Jumat di Masjid Istiqlal dan mengunjungi Candi Borobudur. 

Sepuluh delegasi Muslim Indonesia juga akan berkunjung ke Australia sebagai bagian dari program ini.

Sejak MEP didirikan pada tahun 2002 oleh Australia-Indonesia Institute, lebih dari 200 tokoh Muslim muda dari kedua negara telah berpartisipasi, memperoleh pengalaman tentang Islam dan keberagaman di masing-masing negara.

“Program Pertukaran Tokoh Muslim Muda membangun pemahaman mendalam bagi masyarakat Australia tentang Islam di Indonesia dan, bagi masyarakat Indonesia, kesadaran lebih besar tentang masyarakat Australia yang multikultural,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.

“Di dunia di mana intoleransi semakin meningkat, dua negara tetangga dekat seperti Indonesia dan Australia dapat menunjukkan kepada dunia pentingnya saling pengertian,” katanya melanjutkan.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved