Pemilu 2019

KPU Sulsel Beberkan Bukti Parpol Peserta Pemilu Tidak Jujur!

Kami sampai hari ini di KPU masih bersengketa di Bawaslu karena mencoret-coret itu caleg

KPU Sulsel Beberkan Bukti Parpol Peserta Pemilu Tidak Jujur!
Azis/Tribun
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan, Faisal Amir, menegaskan, peserta pemilu khususnya partai politik belum bisa bersikap jujur. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM Komisi Pemilihan Umum atau KPU Sulsel, Faisal Amir, menegaskan, peserta pemilu khususnya partai politik belum bisa bersikap jujur.

"Kenapa? Karena dia sudah tandatangani pakta integritas untuk pencalonan bahwa saya tidak akan mengajukan calon yang pernah korupsi, tapi ternyata mengajukan juga, itu satu," katanya, Jumat (1/2/2019).

"Kedua, nyata-nyata syarat menjadi caleg, tidak boleh pengawas PDAM, tidak boleh pengawas BUMD, BUMN, direksi, dan seterusnya. Tidak boleh aparat desa, tidak boleh anggota BPD, tapi faktanya? Kami sampai hari ini di KPU masih bersengketa di Bawaslu karena mencoret-coret itu caleg karena dia baru ketahuan kalau dia pengawas PDAM, berarti partainya tidak jujur," tambah Faisal.

Baca: Tamsil Linrung Dirikan Posko Bantuan untuk Perkampungan Muallaf di Pinrang

Baca: Menteri Presiden Jokowi Sindir Pegawai yang Pilih 02: Yang Gaji Kamu Siapa? Cek Video Viralnya

Baca: Valencia Datangkan Gelandang Senilai Rp 1,27 Triliun Asal Korea Selatan, Umurnya Masih 17 Tahun

Ketiga, lanjut mantan Ketua KPU Kabupaten Takalar itu, laporan sumbangan dana kampanye yang masuk di KPU banyak yang nihil. Padahal, kalau dilihat dilapangan seharusnya tidak ada partai yang nihil.

"Artinya apa, kita sebagai peserta pemilu sudah mulai tidak jujur dalam menyampaikan dana kampanye. Selain itu, baru juga ketahuan ternyata dia pernah narapidana, tindak pidana ringan, dia harus umumkan tapi ternyata dia tidak umumkan. Padahal PKPU mengatur umumkan," tegas Faisal.

Faisal kemudian memberi salah satu contoh caleg yang telah dicoret namanya dalam daftar calon tetap (DCT) di Kabupaten Jeneponto. Menurutnya, mereka baru ketahuan setelah ditetapkan.

"Kenapa kemudian di Jeneponto misalnya ada anggota BPD yang menjadi caleg dan itu juga baru ketahuan. Kita baru saja coret dia di DPT ini faktanya bahwa parpol tidak jujur menyampaikan calegnya. Saya tidak tahu partai atau caleg itu tidak jujur. Karena partai tidak jujur, maka calegnya yang tidak jujur ke partainya," tambah Faisal.

Faisal pun menegaskan bahwa netralitas penyelenggara bisa diminimalisir. Salah satu contohnya adalah anggota KPU Soppeng yang sudah dipecat karena pernah menjadi calon anggota legislatif 5 tahun lalu.

"Kalau kami tegas di PKPU. Baru-baru ada anggota KPU di pecat karena dia pernah caleg lima tahun lalu dan anggota partai. Tidak boleh ada mantan caleg jadi anggota KPU. Tapi kalau kita coret caleg sengketa lagi kita di bawaslu. Kami tidak salahkan bawaslu karena itu kewenangannya," tegas Faisal.

Baca: Pemkab Bantaeng Dorong Gerakan Pemuda Melawan Hoaks

Baca: Dinkes Bantaeng Catat, Ada 10 Kasus DBD Selama Januari 2019

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Baca: Satu Rumah Ludes Terbakar di Baraka Enrekang

Baca: Benarkah Mantan Manajer Almarhum Olga Syahputra Kini Jatuh Miskin dan Reaksi Mak Vera

Baca: Wajo Diprediksi Tak Diguyur Hujan Hari Ini, Waspada Angin Kencang

Baca: Istri Tua & Istri Muda Bersamaan Jemput Suami di Kantor Ini Terjadi Kemudian Setelah Saling Gigit

Baca: Pelajar Berbonceng Empat Tabrak Truk di Mengkendek Tana Toraja, 1 Meninggal Dunia

Baca: Jumlah Kasus Demam Berdarah di Wajo; RSUD Lamaddukelleng 58 Pasisen, RSUD Siwa 1 Pasien

(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved