Bincang Buku di Kobass, Ini Curahan Hati 2 Penulis Buku Pinrang

Sejumlah komunitas menggelar Diskusi Intensif (Diksi) ke-10 di Warkop Kobass, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang

TRIBUN TIMUR/HERY SYAHRULLAH
Sejumlah komunitas menggelar Diskusi Intensif (Diksi) ke-10 di Warkop Kobass, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Kamis (31/1/2019) malam. Kegiatan yang diinisiasi KosaKata, CoratCoret, Sahabat Kita, dan Lapak Baca At-Ta'lim ini mengangkat tema 'Semua Tentang Rasa'. Dalam diskusi itu, menghadirkan dua narasumber. Yakni M Ibnu Hamdan Priauzi (Penulis Buku 'Kamu : Menanam Rasa, Menuai Luka') dan Ibrah La Iman (Penulis Buku 'Rasa, Hal yang Tak Jatuh di Bumi dan Tak Pula Jatuh di Langit, Tapi Jatuh di Hati'). 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Sejumlah komunitas menggelar Diskusi Intensif (Diksi) ke-10 di Warkop Kobass, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Kamis (31/1/2019) malam.

Kegiatan yang diinisiasi KosaKata, CoratCoret, Sahabat Kita, dan Lapak Baca At-Ta'lim ini mengangkat tema 'Semua Tentang Rasa'.

Dalam diskusi itu, menghadirkan dua narasumber. Yakni M Ibnu Hamdan Priauzi (Penulis Buku 'Kamu : Menanam Rasa, Menuai Luka') dan Ibrah La Iman (Penulis Buku 'Rasa, Hal yang Tak Jatuh di Bumi dan Tak Pula Jatuh di Langit, Tapi Jatuh di Hati').

Dalam ulasannya, Ibnu mengawali diskusi dengan mengisahkan seluk-beluk perjalanan cita-citanya dari masa ke masa, yang katanya selalu mengalami perubahan.

Bahkan, rentetan cita-cita yang telah diniatkan dalam hati itu tak ada satu pun yang mencapai titik kesampaian.

Mulai dari bercita-cita menjadi monster saat SD, berkeinginan jadi ustad saat SMP, tergiur jadi musisi saat SMA, hingga berhasrat untuk segera lulus saat kuliah, lalu meminang kekasih yang sedari lama diidamkannya.

"Semua barisan cita-cita itu mengalami kepupusan, hingga mengantarkan saya bermuara pada kondisi keterpurukan," kata Ibnu dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Jumat (1/2/2019).

Namun, putera asal Sempang Pinrang ini tak melewati keterpurukannya dengan berkabung, namun justru mencoba menjadikannya sebagai motivasi untuk terus bangkit dan berkarya.

"Saya sepenuhnya percaya. Setelah keterpurukan, ada fase manusia akan dengan mudahnya merelakan dan menertawakan keterpurukannya sendiri," jelas Ibnu.

Halaman
12
Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved