Kronologi Remaja 18 Tahun Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Beli Bensin, Penjelasan Polisi

MRP remaja berusia 18 tahun Bunuh Ibu Kandung hanya masalah sepele tak diberi uang membeli bensin.

Kronologi Remaja 18 Tahun Bunuh Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Beli Bensin, Penjelasan Polisi
iStockphoto
Ilustrasi anak remaja usia 18 Bunuh Ibu Kandung 

MRP remaja berusia 18 tahun Bunuh Ibu Kandung hanya masalah sepele tak diberi uang membeli bensin.

 TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang anak berusia 18 tahun membuat geger.

MRP remaja berusia 18 tahun Bunuh Ibu Kandung hanya masalah sepele tak diberi uang membeli bensin.

Setelah perbuatan sadis ini MRP melarikan diri.

Baca: Mendiang Andi Seventeen Kirim Mukjizat untuk Ifan, Temukan Foto sang Istri Sebelum Ditelan Tsunami

Baca: Artis Saphira Indah Dikabarkan Meninggal Dunia saat Hamil, Penyebab Belum Diketahui

Baca: Hasil Liga Inggris - Tottenham Menang, Liverpool Seri, dan Chelsea Kalah Telak

Baca: Apakah Rocky Gerung Akan Bernasib Seperti Ahmad Dhani? Berikut Komentar Sejumlah Politisi

MRP, remaja 18 tahun warga Desa Tanobato, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara punya kebiasaan aneh.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Piliang saat memaparkan pembunuhan yang dilakukan tersangka MRP, Rabu (30/1/2019)
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Piliang saat memaparkan pembunuhan yang dilakukan tersangka MRP, Rabu (30/1/2019) (DOK: Polres Tapsel)

Dia suka menghirup aroma bensin sampai mabuk.

Tapi, gara-gara kebiasaan buruk ini, dia tega membunuh ibu kandungnya, Hotnida Hasibuan (40).

"Korban tak memberinya uang karena tahu akan digunakan untuk membeli bensin. Korban juga sudah berulang kali melarang tersangka supaya tidak mengirup bensin, tapi dia selalu diancam bunuh," kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander Piliang, Rabu (30/1/2019).

Kesal tak diberi uang, tersangka kemudian masuk ke dapur rumahnya dan mengambil sebilah parang.

Dia lalu mendatangi korban yang sedang menjemur pakaian, tanpa basa-basi, langsung membacok kepala dan leher korban dari belakang.

Halaman
12
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved