Tangani Gizi Buruk, Pemprov Sulsel Siapkan Rp 5 Miliar untuk Enrekang dan Bone

Dari data yang dimiliki Dinkes Sulsel, sebanyak 4878 balita dan 5642 ibu hamil yang akan diberikan perhatian khusus.

Tangani Gizi Buruk, Pemprov Sulsel Siapkan Rp 5 Miliar untuk Enrekang dan Bone
saldy/tribun-timur.com
Plt Kadis Kesehatan Sulsel, Dr dr Bachtiar Baso 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menaruh perhatian khusus untuk penanganan stunting (gizi buruk) di kabupaten Enrekang dan Bone.

Tak tanggung-tanggung, tahun 2019 ini Pemprov Sulsel siap menggelontorkan anggaran daerah sebesar Rp 5 miliar untuk penanganan stunting.

Baca: Permantap Property Expo 2019, Pengembang Indonesia Rapat Bareng BTN

Baca: PMI Palopo Buka Posko Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Sulsel

Baca: Gerakan Kawal Musim Tanah Hadir di Pinrang, Ini Keuntungannya Buat Petani

"Pak Wagub (Andi Sudirman Sulaiman) telah berikan jatah, untuk penanganan stunting di tahun 2019 itu anggarannya sebesar Rp 5 miliar," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bahtiar Baso usai mengikuti rapat koordinasi stunting di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (29/1/2019).

Ia menyebutkan kenapa Bone dan Enrekang menjadi perhatian khusus di tahun 2019, itu karena daerah ini masuk dalam daftar zona hitam atau penderita stunting terbanyak di Sulsel.

Upaya yang akan dilakukan pemerintah dalam penanganan stunting dengan aksi perbaikan gizi memberikan suplai makanan bernutrisi dan vitamin.

Baca: Infinix Gandeng Smartfren Indonesia di Awal Tahun

Baca: Penerimaan PPPK Segera Dibuka, Pemkab Mamuju Masih Galau Sumber Penggajian

Baca: TRIBUNWIKI - Berikut Luas Wilayah, Penduduk, Kecamatan dan Desa di Luwu Utara

"Jadi nanti kita akan siapkan paket. Dalam paket itu didalmnya ada susu, vitamin," kata Bahtiar.

Dari data yang dimiliki Dinkes Sulsel, sebanyak 4878 balita dan 5642 ibu hamil yang akan diberikan perhatian khusus.

Selain mendapatkan paket, mereka juga akan didampingi, dari pasca hamil dan bayi hingga balita (0-24 bulan).

Dua obyek ini kata Bahtiar, adalah ibu hamil dan bayi yang menderita stunting.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved