Jembatan Munte Jeneponto Putus, Kepsek MTs Darul Ihsan Menangis Lihat Siswanya Berenang

Seperti yang dirasakan warga Dusun Munte, Desa Bontomate'ne, Kecamatan Turatea, sekitar 8,7 kilometer utara kota Bontosunggu

Jembatan Munte Jeneponto Putus, Kepsek MTs Darul Ihsan Menangis Lihat Siswanya Berenang
muslimin emba/tribun-timur.com
Jembatan Munte putus diterjang banjir, siswa MTs Darul Ihsan Jeneponto berenang menuju sekolah. 

TRIBUNTIMUR.COM, JENEPONTO - Banjir bandang yang menerjang Jeneponto sepekan lalu berdampak pada hanyut dan rusaknya ratusan rumah warga.

Fasilitas umum seperti jembatan ikut rusak dan putus akibat terjangan banjir.

Seperti yang dirasakan warga Dusun Munte, Desa Bontomate'ne, Kecamatan Turatea, sekitar 8,7 kilometer utara kota Bontosunggu, pusat kota Jeneponto.

Jembatan penghubung Dusun Munte, Desa Bontomatene dengan Desa Mangepong terputus akibat derasnya arus sungai.

Dampaknya pun mulai dirasakan warga sepekan terakhir.

Mulai dari pedagang pasar hingga petani yang sehari-harinya melewati jembatan itu, kini belum dapat beraktifitas normal.

Begitu juga dengan puluhan pelajar MTs Darul Ihsan Munte yang berasal dari Desa Bontomatene, tidak dapat menuju sekolahnya yang berlokasi di Desa Mangepong, di seberang jembatan.

Akibat putusnya jembatan Munte, lima hari sudah ratusan siswa MTs Darul Ihsan Munte diliburkan pasca banjir yang terjadi di Jeneponto, Selasa (22/1/19) pekan lalu.

Senin (28/1/19) kemarin, merupakan hari pertama siswa MTs Darul Ihsan Munte masuk sekolah pascalibur banjir.

Puluhan siswa yang tinggal di Desa Bontomatene pun harus berenang menyabung nyawa melintasi sungai.

Halaman
123
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved