Kapolda Bilang Teroris Berasal dari Sulsel, Dr Hasrullah: Bicara Tak Boleh Asal Yah!

Hal tersebut dipaparkan saat memberikan sambutan upacara farewell parade di halaman Mapolda Sulsel, (Sabtu/1/2019) kemarin.

Kapolda Bilang Teroris Berasal dari Sulsel, Dr Hasrullah: Bicara Tak Boleh Asal Yah!
MUNAWWARAH AHMAD
Kepala Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN), Dr Hasrullah 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pakar Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Hasrullah MA turut mengkritisi pernyataan Kapolda baru Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Hamidin.

Pasalnya, baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolda Sulsel menggantikan Irjen Pol Umar Septono, mantan Kapolres di Luwu Utara dan Kabupaten Gowa ini menuturkan pernyataan yang menuai pro kontra berbagai pihak.

Ia mengatakan jika dilihat dari sejarah panjang terorisme, asalnya juga dari Sulsel.

Hal tersebut dipaparkan saat memberikan sambutan upacara farewell parade di halaman Mapolda Sulsel, (Sabtu/1/2019) kemarin.

Pernyataan tersebut dianggap tidak berbasis data serta referensi jelas. Diksi yang digunakan pun cenderung negatif.

"Untuk Pak Kapolda Sulsel yang baru, sebelum mengeluarkan pernyataan harusnya berbasis data dan juga referensi jangan asal mencap negatif, diksi yang digunakan harusnya lebih persuasif," katanya pada Tribun Timur melalui telepon, Sabtu (27/1/2019).

"Bicara tak boleh asal yah, Pak Kapolda harusnya bisa memilih diksi yang tepat dan positif jangan justru menimbulkan hal-hal yang memunculkan pro dan kontra di masyarakat," lanjutnya.

Dr Hasrullah juga mengkritisi pernyataan Kapolda Sulsel, akan menggandeng para akademisi dan Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) di daerah untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme di kampus-kampus Sulsel.

"Kampus jangan dijadikan target untuk hal-hal seperti itu. Sebaiknya fokus saja sosialisasi mengenai tata tertib penggunaan lalu lintas, atau bermitra dengan mahasiswa misalnya serta melakukan hal-hal positif bersama mahasiswa, kemudian sharing saat mereka menggelar aksi damai karena memang sekarang zamannya seperti itu. Bukan justru mengajak dialog mengenai radikalisme dan terorisme di kampus. Diksinya tidak tepat dan tolong lain kali hati-hati berbicara apalagi tanpa data dan referensi yang jelas," tuturnya.

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved