Rumahnya Porak-poranda Diterjang Arus Sungai Jeneberang, Nenek Syamsiah Harap Bantuan Pemerintah

Sejumlah pemilik rumah mengais barang-barangnya yang disisahkan oleh sapuan arus Sungai Jeneberang yang meluap.

Rumahnya Porak-poranda Diterjang Arus Sungai Jeneberang, Nenek Syamsiah Harap Bantuan Pemerintah
muslimin/tribunjeneponto.com
Nenek Syamsiah (63) mengais pakaian dari reruntuhan rumahnya yang porak-poranda diterjang banjir, di Lingkungan Pangkabinanga, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Minggu (27/1/2019) 

TRIBUNTIMUR.COM, GOWA - Tuju rumah semi permanen di Lingkungan Pangkabinanga, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, porak poranda saat Sungai Jeneberang, meluap, Selasa (22/1/2019) lalu.

Pantauan awak TribunTimur.com di lokasi, Minggu (27/1/2019) terlihat, puing-puing ke rumah itu rata dengan tanah.

Sejumlah pemilik rumah mengais barang-barangnya yang disisahkan oleh sapuan arus Sungai Jeneberang yang meluap.

Baca: Imlek 2019, Ini Ramalan Shio Naga di Tahun Babi Tanah, Mulai dari Keuangan Hingga Karir

Baca: Pelaku Pengeroyokan di Kompleks IDI Diringkus Saat Tertidur Usai Tenggak Miras

Lokasi ke tuju rumah itu tepat berada di bibir sungai Jeneberang atau sekitar 1 kilometer dari jembatan kembar, Sungguminasa, Gowa.

Nenek Syamsiah (63), seorang pemilik rumah yang dihampiri, mengaku tidak satupun barang-barangnya dapat ia selamatkan saat Sungai Jeneberang meluap.

"Ini sementara cari-cari pakaian yang masih bisa dicuci-cuci. Karena waktu air tidak sempatmiki ambil barang karena cepat naik air, jadi saya larimi itu hari karena semua orang larimi saya lihat," ujar sang nenek.

Baca: Pelaku Pengeroyokan di Kompleks IDI Diringkus Saat Tertidur Usai Tenggak Miras

Sudah lima hari, Syamsiah dan seorang putranya mengunsi di posko Pengunsian Masjid Syuhada, Lingkungan Pangkabinanga. Sementara suaminya Dg Gama, yang juga telah lanjut usia diungsikan ke rumah kerabatnya di Jl Manggarupi Gowa.

"Sisa saya sama suamiku dan satu anakku yang belum menikah tinggal disini (sebelum rumahnya hancur). Enam anakku yang lain sudah semuami berkeluarga dan di luar daerah semuai merantau," ujar Syamsiah.

Ia pun mengaku tidak dapat berbuat banyak atas kondisi yang dialami.

Baca: Finalisasi Data PDSS Diperpanjang Hingga 29 Januari, Pendaftaran SNMPTN 2019 Mulai 4 Februari

"Harapannya semoga adaji bantuan pemerintah kasihan, karena tidak kutahu juga mauma tinggal dimana nanti sama anakku," harapnya.

Sementara, Siti Dg Intang (72) yang juga rumahnya terendam banjir mengungkapkan, peristiwa banjir yang melanda Gowa Selasa lalu, persis dengan apa yang terjadi sekitar 30 tahun lalu.

"30 tahun laluji pernah ada kejadian begini, waktu itu bulan ramadhan, orang sementara mau sahur, air naik, jadi kita tidak jadi makan sahur lansungki lari semua," ujar nenek 70 tahun ini.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved