Cerita Heriyanti Selamatkan Tiga Anaknya Saat Sungai Jeneberang Meluap

Selang beberapa saat tiba di komplek Nusa Mappala, menurut Herianti luapan air dengan cepat merendam perumahan itu setinggi atap.

Cerita Heriyanti Selamatkan Tiga Anaknya Saat Sungai Jeneberang Meluap
muslimin emba/tribun-timur.com
Heriyanti 

TRIBUNTIMUR.COM, GOWA - Luapan Sungai Jeneberang, yang memicu terendamnya ratusan rumah warga di bantaran sungai itu, menyisakan duka, juga cerita perjuangan menyelamatkan diri dari banjir.

Seperti diungkapkan Heriyanti (34), warga Lingkungan Pangkabinanga, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa.

Di ingatan ibu tiga anak itu masih terbayang betapa luapan air sungai Jeneberang menerjang rumahnya.

Ditemui di Posko Syuhada, Lingkungan Pangkabinanga, Minggu (27/1/2019), Heriyanti mengungkapkan, ia dan tiga anaknya nyaris hanyut terbawa arus sungai saat peristiwa itu terjadi.

"Waktu kejadian itu, saya sama tiga anakku di rumah, anakku sedang bermain. Sekitar jam 10 pagi air sudah mulai naik sampai lutut dan cepat naik sampai di pinggang dengan arus yang sangat deras. Terus saya ambil tiga anakku lari ke perumahan Nusa Mappala mengungsi, yang kecil (umur satu tahun) saya gendong terus, tidak lama saya sampai di perumahan Nusa Mappala, saya naik di lantai dua rumahnya orang disana karena air sudah sampai atap rumah," ujarnya.

Selang beberapa saat tiba di komplek Nusa Mappala, menurut Herianti luapan air dengan cepat merendam perumahan itu setinggi atap.

Herianti dan tiga anaknya pun bertahan di atas lantai dua rumah warga Komplek Nusa Mappala sembari menunggu pertolongan Tim SAR untuk melakukan evakuasi.

"Penuh itu lantai duanya rumahnya orang, Magrib baru datang Tim SAR evakuasi, jadi ada sekitar empat jam di atas lantai dua rumahnya orang," ujarnya.

Jarak rumah Herianti dengan bibir sungai Jeneberang hanya berkisar 10-20 meter.

Kondisi rumahnya saat ini telah dibersihkan dari sisa lumpur oleh suaminya Nasir selama tiga hari terakhir.

Namun ia belum dapat kembali ke rumahnya lantaran kompor dan perabotan rumah lainnya belum dapat digunakan.

Herianti bersama suami dan tiga anaknya pun masih memilih bertahan di posko pengunsian lantaran belum dapat beraktifitas normal di rumahnya.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved