Air PDAM Maros Belum Lancar, Kementrian Salurkan Air Bersih untuk Korban Banjir

Distribusi air bersih tersebut dilakukann hingga pasokan dari PDAM Maros sudah berjalan dengan normal.

Air PDAM Maros Belum Lancar, Kementrian Salurkan Air Bersih untuk Korban Banjir
ANSAR/TRIBUNMAROS.COM
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) menyalurkan bantuan air bersih ke korban banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pascabanjir yang melanda 12 kecamatan, Maros dilanda krisis air bersih. Distribusi air PDAM Maros belum berjalan maksimal setelah rusak terendam banjir. Beberapa wilayah belum dialiri air.

Keluhan warga di Bantimurung dan Turikale tersebut, disampikan kepada tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melalui Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3), Minggu (27/1/2019).

Baca: Kementerian Kelautan Bentuk Satgas Penyaluran Bantuan di Maros

Baca: TRIBUNWIKI: Dilantik Jadi Kapolda Sulsel Januari 2019, Ini Profil dan Pengalaman Irjen Pol Hamidin

Pelaksana Tugas Kepala BRPBAP3 Maros, Indra Jaya mengatakan, setelah menerima keluhan Satgas tanggap bencana, menyalurkan air bersih sebanyak tujuh truk tangki mobil.

Air tersebut disebar di Dusun Tana Tekko dan Dusun Bulu Sipong, Kecamatan Bantimurung, serta Perumahan Tumalia di Turikale.

"Kami sudah mendistribusikan air bersih ke tujuh lokasi. Air bersih ini berasal dari wilayah kantor. Air diangkut dengan menggunakan mobil tangki berkapasitas tiga ton atau sebanyak 3000 liter," katanya.

Baca: Bahas Penanggulangan Banjir di Kantor Gubernur Sulsel, Jusuf Kalla Didampingi 2 Menteri

Baca: Lowongan Kerja Bappeda Sulsel untuk Lulusan SMA/ D3/ S1/ S2, Segera Daftar, Batas Akhir 29 Januari

Baca: Korban Banjir di Desa Sapanang Jeneponto Berharap Ada Bantuan Perbaikan Rumah

Distribusi air bersih tersebut dilakukann hingga pasokan dari PDAM Maros sudah berjalan dengan normal.

BRPBAP3 belum bisa memastikan jadwal berakhirnya, penyaluran air bersih tersebut. Penyaluran dilakukan hingga pompa PDAM berfungsi normal.

"Belum ada waktu sampai kapan penyaluran air bersih ini. Intinya kalau air bersih dari PDAM sudah maksimal, kami akan berhenti melanyalurkan," katanya.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved