Wali Kota Makassar Salat Jumat di Lokasi Pengungsi Banjir

Kali ini, Danny mengunjungi lokasi pengungsian di salah satu masjid yang berada di Jl Kesadaran 3, kelurahan Panaikang

Wali Kota Makassar Salat Jumat di Lokasi Pengungsi Banjir
fahrizal/tribun-timur.com
Wali Kota Makassar Salat Jumat di Lokasi Pengungsi Banjir 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, kembali memantau langsung kondisi warganya yang terkena dampak bencana banjir.

Kali ini, Danny mengunjungi lokasi pengungsian di salah satu masjid yang berada di Jl Kesadaran 3, kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Jumat (25/1/2019).

Bersama pengungsi, Danny melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Mesjid Sitti Khadijah, Kelurahan Panaikang itu.

Dari seluruh pengungsi yang ada, tak semua penghuni mesjid merupakan pengungsi Muslim, ada pengungsi dari golongan non-uslim.

Danny bersyukur atas keselamatan dan sikap saling bahu membahu yang terbangun di warganya, tanpa melihat asal usul, ras dan golongan.

Dalam himbauannya, Danny mengingatkan warga untuk sama-sama mengintospeksi diri terkait musibah yang sedang menimpah.

"Pada saudara-saudaraku, di Keluarahan Panaikang RW 7 yang terkena musibah, mari kita selalu bangkit, musibah ini, jadikan teguran, jadikan koreksi bagi kita semua, termasuk saya sebagai penanggung jawab kota ini, jadikan hari ini dan hari-hari ke depan harus lebih baik dari hari kemarin," tutur Wali kota Makassar.

Lanjut Danny, musibah adalah momentum untuk kembali mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan kadar keimanan kepada sang Maha Pencipta.

"Pemerintah tidak akan berdiam diri, ada 27 titik pengungsian. Pemerintah akan selalu membantu seluruh masyarakat dengan penanganan yang maksimal" ungkapnya seraya membahas terkait hasil tinjauan adanya pihak yang melakukan timbunan besar-besaran ke sungai yang kemudian menyebabkan penyempitan aliran air," kata Danny.

Tak hanya mengunjungi mesjid di Kelurahan Panaikang, Danny pun mengunjungi gereja Toraja Efata Bilawiyya, yang ada di keluarahan tersebut.

Di sini, warna keberagaman pun kembali tersaji, tak hanya golongan agama pemilik rumah ibadah yang menempati Gereja tersebut, namun juga dari agama lainnya termasuk warga Muslim juga turut mengungsi di gereja yang menjadi lokasi pengungsian itu.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved