Dampak Banjir di Sulsel, Kadin: Pertumbuhan Ekonomi Akan Menurun

efek bajir yang terjadi ini pasti akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di Sulsel

Dampak Banjir di Sulsel, Kadin: Pertumbuhan Ekonomi Akan Menurun
Dok Pribadi Rusli Hidayat
Rusli Hidayat 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Tujuh daerah di Sulawesi Selatan mengalami dampak banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi. Tujuh daerah yang terkena dampak yakni Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, dan Kota Makassar.

Melihat musibah bajir yang melanda beberapa daerah di Sulsel, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Sulsel Rusdi Hidayat mengatakan, efek bajir yang terjadi ini pasti akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di Sulsel khususnya di daerah-daerah yang mengalami bencana.

"Dari sisi produktivitas khususnya yang terkait sumber daya manusia juga pasti akan terpengaruhi oleh bencana banjir tersebut khususnya bila dikaitkan dengan masalah kesehatan. Daya tahan tubuh sangat dibutuhkan dalam menghadapi persoalan persoalan yang banyak menimbulkan penyakit seperti bencana banjir ini," kata Rusdi melalui rilisnya, Sabtu (26/1/2019).

Baca: Kisah Penemu Televisi, John Logie Baird Gagal Lulus Kuliah Akibat Perang Dunia I dan Dianggap Gila

Baca: Bantuan Lippo Peduli Bencana Alam Sulsel Diterima Ibu Bupati Gowa

Baca: Kisah Awal Mula Hotman Paris Jatuh Hati pada Meriam Bellina, Padahal Saat itu Punya Istri & Anak

Pria kelahiran Barru tersebut menambahkan, jual beli masyarakat juga pasti akan terganggu, karena tempat-tempat belanja masyarakat seperti warung, toko, dan pasar ikut terendam.

Akibatnya perdagangan dan jual-beli akan lumpuh secara otomatis untuk sementara waktu hingga kondisi kembali stabil.

"Jual beli masyarakat pasti akan terganggu, karena tempat-tempat masyarakat berbelanja seperti warung toko dan pasar ikut tergenang. Belum lagi sebagian daripada pemilik los los di pasar menjadi korban banjir. Sehingga mereka tidak akan sempat untuk memikirkan membuka lapaknya," ujarnya.

Menurut Rusdi dari sisi produksi barang dan jasa juga akan ikut terganggu khususnya yang terkait produksi barang karena ada dua faktor penentu yang ikut terimbas khususnya yang terkait sumber daya manusia, yang pertama masalah waktu dan kesempatan.

"Mana sempat para buruh dan teknisi memikirkan produksi barang sedangkan rumah mereka tergenang air. Yang kedua masalah kesehatan. Jelas korban banjir akan mengalami penurunan kondisi kesehatan baik secara fisik maupun psikologis nya. Sehingga susah bagi mereka untuk maksimal dalam proses produksi barang maupun jasa," jelasnya.

Selain produksi, menurutnya yang ikut terganggu juga adalah masalah distribusi barang. Daerah yang terkena banjir sangat rawan menjadi daerah isolasi sehingga tidak akan ada mobil mobil kontainer dari produsen yang akan menyetor barang ke pusat-pusat perbelanjaan termasuk di pasar.

Pengaruh lain dari pada banjir terhadap ekonomi kata Rusdi, diantaranya adalah kerugian yang dialami oleh masyarakat. Kerugian materi sudah pasti ada, para pedagang tidak sempat lagi berjualan sehingga omsetnya akan menurun secara drastis. Belum lagi jika stok barang ikut terendam air maka akan dinyatakan rusak. Sehingga tidak mungkin lagi untuk dijual.

“Para petani dan petambak juga pasti akan terkena dampaknya. Angka pengangguran akan semakin naik karena banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Ini semua adalah hal-hal yang harus kita antisipasi secepatnya agar bencana alam seperti ini tidak meninggalkan duka yang berlarut-larut,” lanjut pria yang juga Presiden GENPRO Area Makassar ini. (*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved