157 Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik Unismuh Benchmarking di Bali

Mereka adalah mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Ilmu Perbandingan Administrasi Negara

157 Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik Unismuh Benchmarking di Bali
Dok Prodi Ilmu Administrasi Publik Unismuh
Sebanyak 157 orang mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan join seminar sekaligus benchmarking ke Bali, 21-25 Januari 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 157 orang mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan join seminar sekaligus Benchmarking ke Bali, 21-25 Januari 2019.

Mereka adalah mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Ilmu Perbandingan Administrasi Negara, Implementasi Kebijakan Publik, dan Kebijakan Publik yang tergabung pada semester 5 dan 3.

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian proses perkuliahan sebelum mengakhiri tahun akademik semester ganjil 2018/2019 dan menghadapi ujian akhir semester.

Baca: Rektor Unismuh Prof Abdul Rahman Rahim Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Baca: Saatnya Berburu Tiket Murah, Garuda Indonesia Beri Diskon hingga 70 Persen, Cek Rute Apa Saja!

Baca: Terang Bulan Pizza Manre khas Pangkep, Camilan Asyik Dinikmati Saat Weekend

Menurut dosen pembina mata kuliah Dr Abdul Mahsyar, dan Dr Rulinawaty Kasmad yang mendampingi mahasiswa, tujuan benchmarking ini adalah untuk melengkapi tugas mata kuliah dengan melakukan studi lapang mengenai penerapan kebijakan publik khususnya di bidang kepariwisataan.

"Seperti diketahui, Bali merupakan destinasi pariwisata internasional sehingga sangat tepat bagi mahasiswa untuk lansung belajar pada tempat yang tepat," katanya dalam rilis, Sabtu (26/1/2019).

Ia menjelaskan, studi lapang ini juga dimaksudkan supaya mahasiswa dapat mengetahui dan memahami keterkaitan antara teori-teori yang dipelajari di kelas dengan praktek yang ada di lapangan, di samping mahasiswa diperkenalkan pada budaya baru yang berbeda dengan lingkungannya selama ini dan pergaulan internasional yang selama ini pengetahuan dan pengalaman mereka masih terbatas.

Pada kegiatan studi banding ini mahasiswa mengunjungi Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan mendapatkan kuliah tamu dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Ida Bagus Adi Laksana.

"Paparan yang dikemas dalam bentuk kuliah tamu ini menjelaskan tentang pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan di Bali yang mengedepankan kearifan lokal," jelasnya.

"Pada kegiatan tersebut mahasiswa sangat antusias bertanya pada saat sesi diskusi, yang menarik ditanyakan adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat Bali mampu mempertahankan nilai budayanya yang religius dari gempuran pengaruh negatif globalisasi," tambah dia.

Dari jawaban tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah membuat berbagai kebijakan berupa perda untuk menjaga nilai nilai budaya dan agama.

"Keunggulan masyarakat Bali karena mereka memiliki lembaga adat berupa Bale Banjar yang masih dipertahankan dan berperan penuh, sehingga pengaruh negatif dari kunjungan turis mancanegara dapat diatasi," pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved