Mahfud MD Bahas Kebangsaan Bareng Tokoh Makassar

Hadir dalam sarasehan ini yakni Ketua Gerakan Seluruh Kebangsaan Prof Dr Mahfud MD (mantan ketua MK RI), Prof Dr Qasim Mathar

Mahfud MD Bahas Kebangsaan Bareng Tokoh Makassar
Muh Hasim/Tribun
Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar Sarasehan Kebangsaan di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar Sarasehan Kebangsaan di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Kamis (24/1/2019).

Hadir dalam sarasehan ini yakni Ketua Gerakan Seluruh Kebangsaan Prof Dr Mahfud MD (mantan ketua MK RI), Prof Dr Qasim Mathar (guru besar UIN Alauddin Makassar), Prof Nurhayati Rahman (Guru Besar Unhas), Prof Dr Ambo Asse (ketua Muhammadiyah Sulsel), KH Dr Sanusi Baco Lc (ketua MUI Sulsel), dan Romo Benny Susetyo Pr.

Tokoh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, Prof Kadir Ahmad mengatakan, saat ini kurang kepedulian masyarakat.

Baca: Dari Sarasehan Kebangsaan, Rumah Ibadah Mewah tapi Kekerasan Atas Nama Agama Banyak

Baca: Srikandi JT Bulukumba Salurkan Bantuan Pengungsi Gusunge di Ponpes Babul Khaer

Baca: Dari Sarasehan Kebangsaan: Toleransi, Kita Berbeda tapi Saling Menghargai

"Itu karena kontrol informasi tak aktif, problem kedepannya adalah kecakapan kolektif tak terawat," katanya.

Gerakan Suluh Kebangsaan

Prof Mahfud MD membentuk Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) untuk kepedulian untuk menjaga keutuhan NKRI.

Berawal dari gagasan Prof. Mahfud MD, Alissa Wahid, Beny Susetyo, dan Ajar Budi Kuncoro yang prihatin dengan maraknya potensi perpecahan dari komponen bangsa.

Seperti maraknya politik identitas shg orang/kelompok menyerang orang/kelompok lain
tapi sama-sama mengklaim sebagai penjaga identitas primordial yang sama.

Ada juga kecenderungan kontestasi untuk mencari menang dan bukan mencari yang baik. Diam-diam radikalisme menumpang dan mengadu domba melalui produksi berita-berita
hoax.

Gagasan GSK mendapatkan dukungan yang sangat besar dari para tokoh seperti Buya Syafii Maarif, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ibu Shinta Nuriyah, Sri Sultan HB X, Romo Magnis Suseno, Prof Komarudin Hidayat, Prof John Titaley, Budayawan Garin Nugroho, Wartawan Senior Rikard Bagun, aktivis gerakan perempuan Siti Ruhaini Dzuhayatin dan para tokoh-tokoh lain. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved