Kantor OPD Maros Terendam, Berkas PU Paling Banyak Rusak

"Banyak berkas yang terendam dievakuasi dari keluar kantor. Semoga berkasnya masih bisa digunakan," kata Hatta.

Kantor OPD Maros Terendam, Berkas PU Paling Banyak Rusak
Ansar/Tribunmaros.com
Sejumlah berkas dan fasilitas kantor PU Maros dievakuasi keluar ruangan oleh pegawai. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kantor Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terendam banjir dan mengalami kerusakan berkas. Hanya berkas Dinas Keuangan yang selamat.

Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan, Kamis (24/1/2019) salah satu kantor yang mengalami kerusakan berkas terparah yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Banyak berkas yang terendam dievakuasi dari keluar kantor. Semoga berkasnya masih bisa digunakan," kata Hatta.

Baca: Rektor IPB Bangga Mentan Amran Paling Berani Lawan Mafia

Baca: Banjir Rendam 9 Daerah di Sulsel, ini Catatan Walhi Sulsel

Baca: BBWS Pompengan Jeneberang Rilis Status Normal untuk Bendungan Bili-Bili

Meski pegawai telah berusaha menyelamatkan dokumen dengan mengangkat ke atas meja, namun masih terendam banjir.

Lantai dasar kantor Bupati Maros juga mengalami hal serupa. Beberapa sarana dan prasarana kantor terkena banjir dan dipenuhi lumpur, termasuk ruang Humas dan Aset.

Selain membersihkan, pihaknya juga fokus untuk menyalurkan bantuan ke korban bencana banjir yang tersebar dibeberapa tempat pengungsian.

Hatta telah memerintahkan dinas terkait untuk mendata kondisi jalan, serta jembatan yang rusak parah dan hanyut. Pemkab segera melakukan perbaikan umum yang rusak.

"Untuk jalan dan fasilitas umum lainnya yang rusak, kami segera memperbaikinya," katanya.

Sebanyak 11 kecamatan di Maros terdampak banjir. Turikale merupakan kecamatan terparah. Hampir semua wilayahnya terendam banjir.

Hatta belum bisa memastikan jumlah korban banjir. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah korban yang tersebar

"Jumlah korban masih kita update. Saat ini beberapa posko telah aktif. Untuk semua bantuan dipusatkan di Gedung Serbaguna. Bantuan itu akan disalurkan ke korban," katanya.

Beberapa masjid dijadikan menjadi posko pengungsi. Setiap kecamatan, Pemkab juga mendirikan posko. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved