Pecat Kadus di Depan Umum, Kades Lara Mamuju Tengah Tuai Sorotan

Sikap Kepala Desa Lara, Mamuju Tengah, Ahmad Syam menuai sorotan masyarakat.

Pecat Kadus di Depan Umum, Kades Lara Mamuju Tengah Tuai Sorotan
Warga Desa Lara
Ratusan warga Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, berunjuk rasa desak kadesnya dicopot dari jabatannya, Rabu (5/12/2018) lalu. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sikap Kepala Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Ahmad Syam, yang memecat Kepala Dusun Anggaleha, Jabal Nur, di atas mimbar masjid, menuai sorotan masyarakat.

Warga desa Desa Lara menilai, sikap kepala desa yang mengumumkan pemberhentian Kepala Dusun Anggaleha, sangat tak beretika.

Pemecatan Jabal Nur yang dilakukan Ahmad Syam, usai salat Jumat, di Masjid Desa Lara, Jumat (11/1/2019) lalu, dinilai tak sesuai prosedur dan tak bermoral karena tak meminta pertimbangan Badan Permusyawatan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama, sebelum melakukan pemecatan.

Ditambah lagi dilakukan di masjid. Tindakan itu dinilai melanggar norma dan adat istiadat. Sekaligus melecehkan kepala dusun di depan umum.

"Sebelumnya tidak ada musyawarah terkait pemecatan. Kades tiba-tiba berbicara di atas mimbar masjid dan memecat kepala dusun. Ini kan tidak beretika, harusnya dilakukan di kantor,"kata salah satu warga Desa Lara, Ikhsan, via telpon kepada TribunSulbar.com, Rabu (23/1/2019).

Menurut Ikhsan, kondisi itu bukan pertama kali terjadi. Telah banyak perangkat desa yang diangkat dan diberhentikan sepihak alias tanpa musyawarah terlebih dulu.

"Sudah banyak terjadi pak. Bahkan Kapolsek dan Camat sendiri memberikan teguran karena tidak sesuai prosedur, tapi tetap dilakukan,"ujarnya.

Ketua BPD Desa Lara, Suardi mengaku tak dilibatkan dalam proses pemecatan itu. Tak hanya kepala dusun, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa pun tak pernah meminta pertimbangan BPD.

"Kades tidak pernah melakukan komunikasi ke saya, tidak pernah. Kami memang tak pernah dilibatkan. Saya pun tidak tahu kalau akan ada pemecatan, Baru saya ketahui setelah kades mengumumkan di masjid,"kata Suardi via telepon selular.

Suardi mengaku, akan segera mengundang kades dan kepala dusun yang dipecat. Agenda pemanggilan itu untuk menelisik polemik pemecatan yang tak sesuai prosedur.

"Setelah kami rapat internal. Kami segera panggil untuk klarifikasi. Termasuk meminta SK pemberhentian dan berita acara," ujarnya.

Sekretaris Desa Lara, Komeni membenarkan pemecatan itu. Meski begitu, ia pun tak tahu menahu soal agenda pemecatan tersebut. Komeni baru mengetahui terjadi pemecatan setelah mendapat kabar dari warga.

"Betul pak (ada pemecatan). Tapi di internal desa tidak ada dibahas sama sekali. Tiba-tiba saja dipecat," jelas Komeni.

Sementara TribunSulbar.com, belum bisa melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Lara. Saat dihubungi via telepon hingga kini beluk ada jawaban. (*).

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved