Pamsimas Luwu Utara Bakal Bangun Infrastruktur Air Minum di Kecamatan Terpencil

Tim Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Luwu Utara berada di Rampi

Pamsimas Luwu Utara Bakal Bangun Infrastruktur Air Minum di Kecamatan Terpencil
Bappeda Luwu Utara
Suasana verifikasi proposal program Pamsimas di Desa Rampi, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Tim Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Kabupaten Luwu Utara berada di Rampi pekan lalu.

Rampi merupakan satu dari tiga kecamatan terpencil di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Tim Pamsimas terdiri dari koordinator kabupaten (Tim ROMS), tim panitia kemitraan dan satker kabupaten (Bappeda, Dinas PUPR dan unsur non pemerintah) serta fasilitator (tenaga pendamping masyarakat).

Mereka mengunjungi empat desa di Rampi yang sudah mengikuti sosialisasi pada tingkat kabupaten yakni Desa Leboni, Onondowa, Rampi, dan Tedeboe.

Kunjungan guna melihat kesiapan desa sekaligus melakukan verifikasi proposal dengan mempelajari kondisi eksisting akses air minum masyarakat serta kelembagaan yang terbentuk sebagai pengelola dan pelaksana pembangunan infrastruktur.

"Tujuan Pamsimas ke Rampi untuk memastikan segala persiapan utamanya kelembagaan dan kelengkapan administrasi di desa rampung, sehingga pembangunan fisik dapat dilaksanakan di tahun 2019," ujar koordinator program Pamsimas Luwu Utara, Andi Rafiuddin, Selasa (22/1/2019).

Rafiuddin menuturkan, dari hasil verifikasi lapangan empat desa, disimpulkan bahwa tiga desa dinyatakan layak menerima bantuan program Pamsimas yaitu Desa Leboni, Onondowa, dan Tedeboe.

"Desa Rampi dinyatakan tidak layak karena kondisi eksisting infrastruktur air minum di desa tersebut masih baik. Dari sekitar 70 KK (kepala keluarga) di Desa Rampi seluruhnya dapat mengakses air minum yang dibangun melalui kegiatan PNPM beberapa tahun lalu," jelas Rafiuddin.

Rafiuddin yang akrab disapa Rafi menambahkan kalau kondisi eksisting pemanfaatan air minum di desa sangat menentukan layak tidaknya program masuk ke desa tersebut.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved