Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

dr Wachyudi Muchsin dan Musisi Ferry Curtis Silaturahmi Kepala Perpustakaan Nasional

Inisiator Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM), dr Wachyudi Muchsin bersama musisi Ferry Curtis bertemu Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syar

Penulis: Abdul Azis | Editor: Mansur AM
citizen reporter
Inisiator Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM), dr Wachyudi Muchsin dan musisi Ferry Curtis bertemu Kepala Badan Perpustakaan Nasional RI Syarif Bando di Jakarta, Senin (21/1/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inisiator Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM), dr Wachyudi Muchsin bersama musisi Ferry Curtis bertemu Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Mereka membahas masa depan literasi di Indonesia.

Syarif Bando memaparkan masa depan Bangsa sangat ditentukan dengan konsep literasinya.

Perpustakaan Nasional kini giat sosialisasi budaya literasi di tengah era digital.

“Adinda Dokter Yudi dan Mas Ferry sebagai musisi dan pegiat literasi harus terlibat,” kata Syarif Bando.

Baca: BREAKING NEWS: Luapan Sungai Jenneberang Jadi Tontotnan Warga di Jembatan Kembar Gowa

Baca: KemenpanRB Umumkan akan Buka Seleksi CPNS 2019, Siapkan 100.000 Formasi, Mulai Siapkan Dirimu!

Baca: Ditolak Moderator Debat Capres, Najwa Shihab Sebenarnya Pilih Jokowi atau Prabowo? ini Jawabannya

Baca: BREAKING NEWS: Air Sungai Jeneberang Naik dan Rendam 50 Rumah di Jl Dg Tata III Makassar

Saat ini, Ferry Curtis bersama Katon Bagaskara (musisi) dan dr Wachyudi Muchin tergabung bersama membuat wadah Yayasan Baca Indonesia, yang mengkampanyekan betapa pentingnya arti membaca bagi masyarakat Indonesia ke pelosok tanah air.

Program Gerakan Membaca yang sudah berjalan di antaranya di Pemerintah Kota Makassar (GMGM - Gerakan Makassar Gemar Membaca, 2007), Provinsi Gorontalo (GGGM - Gerakan Gorontalo Gemar Membaca, 2008), Pemerintah Kota Bau Bau Buton – Sulteng (GBGM - Gerakan Bau Bau Gemar Membaca. 2009), dan Provinsi Jawa Timur (GAJTM - Gerakan Anak Jawa Timur Gemar Membaca, yang diresmikan pada bulan November 2009).

Semuanya masih berjalan sampai sekarang.

Rencananya dr Wachyudi Muchsin berniat ikut kontestasi Pemilihan Ketua Umum Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (GPMB) yang digelar tahun ini.

dr Yudi sapaannya berharap mendapat restu Kepala Perpustakaan Nasional dalam suksesi nanti. "Mudah-mudahan dengan pengalaman terjun di dunia literasi bisa bermanfaat di GPMB," kata dr Yudi.

Kepala Perpustakaan Nasional RI memberi apresiasi atas niat dr Yudi ikut kontestasi ketua umum GPMB. "Harapan kami GPMB memberi sumbangsih meningkatkan budaya literasi di Indonesia," kata Syarif Bando.

GPMB salah satu organisasi yang berfungsi sebagai wadah kegiatan untuk menggerakkan peningkatan minat baca masyarakat bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Rencananya tahun ini, GPMB akan memilih ketua umum yang baru.

GPMB merupakan organisasi di bawah langsung perpustakaan nasional untuk pengembangan minat baca dimana setiap daerah ada kantor perpustakaannnya maka ada juga GPMB.

Perpusnas Jadi Tempat Rekreasi

Perpustakaan Nasional menambah hari dan jam buka layanan di gedung yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat.

Mulai pertengahan Februari 2018, layanan Perpusnas buka setiap hari dari Senin hingga Minggu.

Pada Senin-Kamis, jam layanan dibuka pada pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB, pada Jumat pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Sementara pada Sabtu dan Minggu, jam layanan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Dengan dibukanya layanan pada Sabtu dan Minggu, Perpusnas siap menjadi destinasi wisata untuk menghabiskan akhir pekan. “Harus diinformasikan bahwa Perpustakaan Nasional sudah buka sampai hari Minggu, bagi yang ingin berekreasi ke sana,” kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando.

Syarif menjelaskan meski hari dan jam buka diperpanjang, belum ada penambahan petugas perpustakaan.

“Kita masih pegawai yang shift-shiftan karena belum ada tambahan,” tuturnya.

Saat ini, Perpusnas sedang menghitung tambahan jumlah petugas perpustakaan.

Layanan koleksi Perpusnas bisa diakses dengan datang secara langsung.

Selain itu, layanan koleksi Perpusnas juga bisa diakses secara daring. Saat ini, Perpusnas mengembangkan dua aplikasi unggulan. Pertama adalah iPusnas. Aplikasi berbasis media sosial ini bisa diunduh di gawai dan komputer. “Semua buku bisa dibaca full text,” jelas Syarif.

Aplikasi lainnya adalah Indonesia One Search (IOS). Dengan mendaftar menjadi anggota melalui situs Perpustakaan Nasional, pengunjung bisa mengakses layanan IOS. Repositori perpustakaan di seluruh Indonesia ini terkoneksi dengan 828 lembaga perpustakaan dengan jumlah koleksi 2,6 juta eksempar. “Kita tidak mesti datang ke Jakarta untuk membaca buku di Perpustakaan Nasional. Tetapi bisa saja di perpustakaan Papua atau perpustakaan Aceh. Ini bisa melalui portal IOS,” urainya.(*)

Baca: BREAKING NEWS: Luapan Sungai Jenneberang Jadi Tontotnan Warga di Jembatan Kembar Gowa

Baca: KemenpanRB Umumkan akan Buka Seleksi CPNS 2019, Siapkan 100.000 Formasi, Mulai Siapkan Dirimu!

Baca: Ditolak Moderator Debat Capres, Najwa Shihab Sebenarnya Pilih Jokowi atau Prabowo? ini Jawabannya

Baca: BREAKING NEWS: Air Sungai Jeneberang Naik dan Rendam 50 Rumah di Jl Dg Tata III Makassar

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved