Di RSUD Lamaddukelleng Sengkang, 1 Penderita DBD Meninggal per Januari 2019
Penderita penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus tersebut sudah ada yang meninggal dalam rentang waktu Januari 2019
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pada Januari 2019, sampai Selasa (22/01/2019), sudah ada 36 pasien deman berdarah yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang.
Namun, cuma 4 orang yang menjalani rawat inap sampai berita ini diturunkan, Selasa (22/01/2019). Menurut Petugas Surveilans RSUD Lamaddukelleng Sengkang, Rubin Jabbar, lonjakan pasien DBD di RSUD Lamaddukelleng tersebut mulai terjadi pada akhir Desember 2018 lalu.
"Itu sudah mulai signifikan, kalau biasanya cuma 1 dalam sehari, kini kada ada 4 atau bahkan 6 dalam sehari," katanya kepada Tribunwajo.com.
Penderita penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus tersebut sudah ada yang meninggal dalam rentang waktu Januari 2019 tersebut. Adalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun, asal Kecamatan Tempe.
"Sudah ada yang meninggal 1 orang. Anak perempuan, umurnya 7 tahun. Sempat dirawat beberapa hari," katanya.
Lebih lanjut, Rubin Jabbar menambahkan, dari 36 pasien DBD tersebut, kebanyakan berasal dari Kecamatan Tempe.
"Itu 80% dari kota, Kecamatan Tempe, selebihnya itu yang paling tinggi dari Maniangpajo kemudian Sajoanging," katanya.