Wagub Sulbar Sebut Banyak Kepala OPD Tak Peduli dengan Pemberantasan Narkoba

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj Enny Anggraeni Anwar menilai, banyak kepala OPD yang tidak peduli masalah pemberantasan narkoba.

Wagub Sulbar Sebut Banyak Kepala OPD Tak Peduli dengan Pemberantasan Narkoba
Nurhadi
Wagub Sulbar Hj Enny Angraeny Anwar menyampaikan sambutan pada acara rapat koordinasi sosialisasi P4GN di kantor gubernur Sulbar. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj Enny Anggraeni Anwar menilai, banyak kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) yang tidak peduli masalah pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Hal tersebut disampaikan Hj Enny Anggraeni Anwar bukan tanpa alasan, itu dikarenakan kurangnya kepada OPD yang hadir dalam rapat koordinasi dengan Banar Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat, terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) tahun 2018-2019.

Baca: 10 Tahun Menikah, Tak Sekalipun Ustadz Maulana Memarahi Istrinya, Beliau Tak Punya Dosa pada Saya

Baca: Foto-Foto Oki Setiana Dewi Bersama Suami Melayat di Rumah Ustad Nur Maulana

Baca: BREAKING NEWS : Resmob Polsek Panakkukang Tembak dan Ringkus Terduga Spesialis Curanmor

Baca: Nonton Live Streaming Proses Pemakaman Istri Ustaz Nur Maulana, Ribuan Pelayat Datangi Rumah Duka

Baca: Ribuan Pelayat Berdesakan Dan Antre Masuk Rumah Duka Istri Ustad Nur Maulana

Baca: TERPOPULER: Penyebab Istri Ustaz Maulana Meninggal & Deretan Tokoh-tokoh yang Datang Melayat

Padahal, rapat koordinasi P4GN tersebut merupakan instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 6 Tahun 2018.

"Saya lihat, pimpinan OPD yang hadir ini tidak sampai seperempat, padahal yang kita bahasa ini masalah narkotika yang sangat berbahaya," kata Enny dengan nada kecewa.

Menurut Enny, kepala OPD yang tidak hadir tersebut, tidak peduli dan tidak mau memperhatikan masalah narkoba yang saat ini sedang mengancam generasi bangsa, terkhusus di Sulbar.

Sebab, data nasinal yang dirilis oleh Pusdatim BNN kerjasama Universitas Indonesia, Sulawesi Barat masih berada di urutan ke-18 tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dari 34 provinsi di Indonesia.

"Mohon pak asisten didata yang tidak hadir ini. Besok-besok kalau mereka merasa tidak tau, maka tidak ada alasan lagi, karena memang mereka yang tidak hadir,"imbuh Enny.

"Ini sangat penting, karena yang yang dibahas adalah Inspres," sambung mantan anggota DPR RI itu.

Baca: Begini Penilaian Andi Rachmatika Dewi Terhadap Istri Ustad Nur Maulana

Baca: PSSI Rencana Gelar Piala Presiden 2019, Bisa Repotkan PSM Makassar?

Baca: Istri Ustaz Nur Maulana Meninggal Akibat Kanker Usus, Ternyata Makanan ini Bisa Jadi Pemicunya

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: Nurhadi
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved