Bank Indonesia Dorong Ekosistem Ekonomi Digital, Ini Alasannya

Bank Indonesia (BI) melihat ceruk pasar untuk layanan perbankan berbasis digital sangat besar.

Bank Indonesia Dorong Ekosistem Ekonomi Digital, Ini Alasannya
BANK INDONESIA
Logo Bank Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengemukakan, 50 persenan dari total populasi telah menggunakan smartphone.

Artinya, sebanyak 143 juta dari total 262 juta penduduk telah menggunakan internet sekitar 54,7 persen. Di Sulawesi sendiri, pengguna internet ada 6,7 persen.

Baca: Diduga Lepas Kendali, Truk Tabrak Tiang Listrik di Traffic Light Jalur Dua Belopa

Baca: TRIBUNWIKI: Olympus Restaurant Aston Hotel Cocok untuk Acara Keluarga, Ini Menunya

Baca: Daftar Jurusan Diterima di Rekrutmen SIPSS, Akpol, Bintara dan Tamtama 2019, Klik Link Polri.go.id

Melihat hal tersebut, Bank Indonesia (BI) melihat ceruk pasar untuk layanan perbankan berbasis digital sangat besar.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulsel yang juga Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI, Tjahjadi Prastono yang ditemui belum lama ini menuturkan,

"Adopsi masyarakat terkait layanan perbankan secara digital terbilang tinggi. Buktinya, 6 juta nasabah telah bersedia dan 20 juta nasabah diperkirakan bersedia untuk menggunakan layanan bank secara digital menurut Desk research," katanya.

Baca: Foto Pemakaman Istri Ustad Nur Maulana di Pekuburan Islam Arab Bontoala, Makassar

Baca: Daftar Jurusan Diterima di Rekrutmen SIPSS, Akpol, Bintara dan Tamtama 2019, Klik Link Polri.go.id

Bahkan 50 persen transaksi pembayaran secara online yang dilakukan dengan frekuensi >1 x 1 minggu. "Kecepatan layanan menjadi kunci customer satisfaction," katanya

Ceruk pasar yang sangat besar terlihat dari serangkaian indikator tersebut masih berpotensi dioptimalkan oleh perbankan. Dan secara berkelanjutan ini tentu akan mendorong ekosistem ekonomi digital.

"Ekonomi digital adalah penggabungan dari beberapa teknologi umum dan serangkaian aktivitas ekonomi dan sosial yang dilakukan melalui internet dan teknologi," katanya.

Baca: Personel Polsek Sabbangparu Wajo Ikut Bantu Pembangunan Masjid

Baca: Sudah Dua Pekan, Penyebab Terbakarnya Gedung FEBI IAIN Palopo Belum Diketahui

Baca: Disdukcapil Maros Harap Lapas Serius Mendata Warga Binaan

Ekonomi digital meliputi infrastruktur yang secara fisik menggunakan teknologi digital (broadband, routers), perangkat yang digunakan sebagai akses (computers, smartphones), aplikasi dan manfaat yang disediakan (Internet of Things, data analytics, cloud computing).

"Ini yang perlahan kita akan dorong," ujar lelaki berkacamata itu.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

 

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved