Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perbankan 'Perang' Suku Bunga Deposito, Ini Kata OJK

"Maka wajar ada persaingan dengan menaikkan suku buka deposito itu. Karena memang funding dari perbankan itu retail," kata Zulmi.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasrul
Kepala OJK Regional IV Sulampua, Zulmi di X.O Suki Restauran Lt. 2 Jl Sultan Hasanuddin, Makassar (Depan Kantor OJK Regional 6), Selasa (5/6). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perebutan dana masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK) di pasar keuangan kian sengit.

Apalagi pascatingkat suku buga acuan Bank Indonesia (BI) naik ke level 6 persen. Bank mulai menaikkan bunga deposito untuk menarik dana masyarakat mengalir.

Buktinya, dilansir pusatdata kontan.co.id kanal bunga deposito, Minggu (20/11/2019) Suku bunga deposito rupiah untuk lama 1 bulan BRI tercatat 6,3 persen, BNI 6 persen, BTN 6,8 persen, Bank Mandiri 4,6 persen, BCA 5,8 persen, Bank Mega 6,5 persen, Bank Panin 5,9 persen.

Baca: Dua Pekan Beraksi, Dishub Makassar Tindaki 200 Kendaraan Pelanggar

Baca: Setelah BRI, BNI dan BCA, Bank Sulselbar Kepincut Hadirkan Layanan QR Code

Pantauan Tribun Timur, tertinggi yakni Bank ICBC dengan suku bunga deposito untuk 1 bulan 6,9 persen, terbawah Bank Anz Indonesia 3,6 persen.

Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Zulmi, yang dihubungi Minggu (20/1/2019) menuturkan, Suku bunga acuan BI adalah salah satu rujukan bagi perbankan dalam menentukan suku bunganya.

"Kondisi likuiditas bank dan pasar juga menjadi faktor penentu bagi bank. Saat ini likuiditas bank dan pasar masih terjaga di level aman dan baik," katanya.

Baca: Fokus Pemenangan, PKS Makassar Gelar Rapat Koordinasi

Baca: Begini Sosok Tony Gozal di Mata Deng Ical

"Maka wajar ada persaingan dengan menaikkan suku buka deposito itu. Karena memang funding dari perbankan itu retail," kata Zulmi.

Kalau likuiditas masih aman, kata dia, maka kalaupun ada kenaikan suku bunga dalam rangka menarik dana masyarakat relatif dalam batas wajar saja.

"Alhamdulillah di Sulsel likuiditas bank masih aman," katanya.

Sebelumnya, dalam rilis Bank Indonesia belum lama ini, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, pascamelonggarkan likuiditas, aliran modal asing malah keluar atau terjadi outflow.

Baca: 40 Squad Ramaikan PUBG Mobile Competition Mal DGS Makassar

Baca: IKA SMPN 1 Pitumpanua Jalin Silaturrahmi dengan Alumni Milenial

Baca: Istri Ustadz Nur Maulana Meninggal Dunia, Pelayat Mulai Berdatangan ke Rumah Duka

Sehingga ada pengurangan likuiditas rupiah dan menyebabkan funding bank yang berasal dari luar negeri berkurang.

"Suku bunga kredit memang tidak naik terlalu tinggi karena bank-bank lebih banyak meningkatkan efisiensi," kata Perry.

Perbankan mengurangi spread antara suku bunga deposito dan kredit. Perry merinci suku bunga kredit untuk korporasi 10 persen, konsumsi 11 persen sedangkan untuk investasi di bawah 10 persen.

BI memastikan akan terus menjaga likuiditas di pasar uang tetap cukup. BI dan OJK akan terus berkoordinasi memantau industri dan individu agar likuiditas tetap cukup.(*)

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Kecamatan Mappedeceng Luwu Utara

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved