Hamil Diluar Nikah Meningkat, Ketua Pembina Kader Muhammadiyah Enrekang Prihatin

Berdasarkan data Pengadilan Agama Enrekang pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama Enrekang tahun 2018 lalu mencapai 29 permohonan.

Hamil Diluar Nikah Meningkat, Ketua Pembina Kader Muhammadiyah Enrekang Prihatin
Dok Baharuddin
Ketua Majelis Pembina Kader Muhammadiyah Enrekang, Baharudin 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Hamil diluar nikah disebut menjadi penyebab utama meningkatnya pemohon dispensasi nikah atau pernikahan di bawah umur di Kabupaten Enrekang.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Enrekang pemohon dispensasi nikah di Pengadilan Agama Enrekang tahun 2018 lalu mencapai 29 permohonan.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya pemohon dispensasi nikah tak sampai 10 atau 15 permohonan.

Baca: Terpilih Jadi Ketua IKA UNM, Ini Tanggapan Nurdin Halid

Baca: 6 Tahun Jadi Tukang Cukur Langganan Presiden Jokowi, Berapa Bayaran Herman?

Baca: UKM Todo Limayya Gelar Festival Seni Antar Sekolah, UMMA: Kami Bangga

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Pembina Kader Muhammadiyah Enrekang, Baharudin, mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut.

Menurutnya, fenomena yang terjadi saat ini diperlukan penganaganan yang harus komprehensif.

Sebab, Enrekang selama ini terkenal dengan karakteristiknya religius harus dijaga dengan baik, jangan sampai tercoreng dengan masalah seperti ini.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini, namun tidak perlu juga saling menyalahkan, tapi ini jadi bahan instrospeksi kita semua, keluarga, lembaga dakwah dan pemerintah," kata Baharuddin kepada TribunEnrekang.com, Minggu (20/1/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya di Muhammadiyah sangat konsen dan perhatian penuh pada aspek pembinaan keluarga, bahkan juga telah ada buku tuntunan hidup islami.

Selain itu, pihaknya juga sangat aktif melakukan pengkaderan remaja siswa, mahasiswa dan pemuda.

Tiga organisasi antara lain ikatan pelajar Muhammadiyah (IPM) konsen pada anak anak pelajar SMP, SMA, SMK dan Aliayah sepanjang tahun melakukan pengkaderan, pengajian, kegiatan dakwah remaja lainnya.

Demikian pula pada kelompok mahasiswa, ortom ikatan Mahasiswa Muhammadiyah juga sangat aktif melakukan pembinaan mahasiswa dalam berbagai model dan pendekatan.

Dengan tujuan mahasiswa pahaman islamnya, aqidah, akhlaq dan imannya kuat.

Olehnya itu, Ia berharap, semua komponen baik kelurga, ormas Islam dan pemerintah daerah duduk bersama menyusun agenda pembinaan remaja, pemuda mahasiswa di Kabupaten Enrekang.

"Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dan sentral, karena telah memiliki perangkat imfrastruktur dan anggaran dalam menangani persoalan ini," ujar komisioner Baznas Enrekang ini.

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Kecamatan Mappedeceng Luwu Utara

Baca: BPJS Kesehatan Tak Lagi Gratis, Ini Rincian Biaya berdasarkan Peraturan Menkes Nomor 51 Tahun 2018

Baca: Soroti Petani Demak Buang Cabai di Jalan, Pengamat Politik Pangan: Sandiaga Asal Kritik

Baca: Detik-detik Ahok Bebas Akan Ditayangkan di YouTube Panggil Saya BTP 24 Januari

Baca: Polres Sidrap Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, Motor Curian Diobral Rp 2 Juta

Baca: Siapa Bripda Puput Nastiti Devi yang Disebut Calon Istri Ahok? Ini Fakta-fakta Tentang Dia

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved